Nalar  

Medansche Drukkerij

Oleh. Atep Kurnia

Medansche Drukkerij adalah perusahaan percetakan, penerbitan, dan perlengkapan kantor di Medan, Sumatra Utara, sejak awal abad ke-20. Perusahaan ini muncul seiring pesatnya pertumbuhan ekonomi perkebunan di Deli dan meningkatnya peran Medan sebagai pusat administrasi, perdagangan, dan pers di Pantai Timur Sumatra. Dalam kurun sekitar tiga dasawarsa, Medansche Drukkerij berkembang dari sebuah usaha percetakan swasta menjadi sebuah naamlooze vennootschap (N.V.) atau perseroan terbatas.

Perusahaan ini berawal dari upaya J.R. Burghard (Jakob Roelf Burghard), tokoh yang sebelumnya dikenal dalam lingkungan organisasi para asisten perkebunan di Deli. Pada 1909 ia menjadi salah seorang penggagas berdirinya Vakvereeniging van Assistenten in Deli dan menjabat sebagai sekretaris-bendahara organisasi tersebut. Pengalamannya di bidang jurnalistik diperoleh ketika menjadi redaktur majalah De Planter yang diterbitkan perkumpulan Vakvereeniging van Assistenten in Deli selama hampir tiga tahun hingga mengundurkan diri pada 1911. Latar belakang tersebut menjadi modal penting ketika memasuki dunia usaha percetakan.

Pada 1911 Burghard bersama F.J. Minnebo, yang sebelumnya pernah menjabat bedrijfsleider surat kabar Javabode, mendirikan Medansche Drukkerij di Medan. Dalam beberapa tahun pertamanya, Medansche Drukkerij mulai memperlihatkan diversifikasi kegiatan penerbitannya. Pada 1913 perusahaan menerbitkan kumpulan tiga komposisi musik karya P. Eckstein berjudul Pflanzerleben, Der zufriedene Pflanzer, dan Erfüllte Jugendträume dan buku De Delische Doofpot.

Perubahan terjadi pada 2 September 1914 ketika usaha yang sebelumnya dimiliki Burghard dialihkan kepada N.V. Medansche Drukkerij yang berkedudukan di Hüttenbachstraat No. 36–38, Medan. Dalam pengumuman disebutkan J.H. Derjen diangkat sebagai direktur perusahaan. Perubahan status hukum itu memperoleh pengesahan pemerintah Hindia Belanda pada awal 1915 sehingga secara resmi beroperasi sebagai sebuah perseroan terbatas.

Pada Maret 1915 perusahaan kembali mengalami perubahan kepemilikan setelah dibeli oleh Mulder & Co., perusahaan yang juga mengelola Eerste Medansche Tegelfabriek. Dalam pengumuman dinyatakan seluruh hubungan usaha dengan J.R. Burghard telah berakhir. Masih pada 1915, Medansche Drukkerij mulai menerbitkan Medansch Zondagblad, lembar iklan gratis yang terbit setiap hari Minggu di bawah redaksi C. de Coningh.

Reorganisasi perusahaan kembali berlangsung pada 1917 setelah firma Mulder & Co., yang dimiliki bersama oleh W. van der Ley dan J. Mulder, dibubarkan. Seluruh aset dan kewajiban perusahaan dialihkan kepada dua perseroan baru, yaitu N.V. Medansche Drukkerij dan N.V. Medansche Tegel- en Betonfabriek, yang mulai beroperasi pada 15 Maret 1917. Dalam struktur baru tersebut Waltherus (W.) van der Ley menjabat sebagai direktur, sedangkan J. Mulder menjadi komisaris. Modal perusahaan ditetapkan sebesar ƒ150.000 yang terbagi dalam 300 lembar saham dengan nilai nominal masing-masing ƒ500.

Sejak reorganisasi tersebut ruang lingkup usaha Medansche Drukkerij diperluas. Selain mengelola percetakan dan penerbitan buku, perusahaan juga menjalankan perdagangan buku, penjualan alat tulis dan perlengkapan kantor, penjilidan buku, encadreerinrichting (pembingkaian), serta berbagai kegiatan lain yang berkaitan dengan industri percetakan.

Pada 1918 perusahaan kembali mengalami reorganisasi. Berdasarkan surat edaran perusahaan, pengelolaan Medansche Drukkerij diserahkan kepada A. Beekman, yang sebelumnya menjabat sebagai kepala percetakan (chef der drukkerij). Bersamaan dengan itu W. van der Ley mengundurkan diri dari jabatan direktur dan digantikan oleh Beekman.

Selain jasa percetakan, Medansche Drukkerij aktif memasarkan berbagai perlengkapan administrasi modern. Barang-barang yang diperdagangkan meliputi buku, alat tulis, formulir administrasi, hasil penjilidan, kalender, mesin penyalin (copieerpers), timbangan surat merek Quick, serta berbagai mesin tik seperti L.C. Smith & Bros., Victor, dan Vost. Setiap pergantian tahun perusahaan menerbitkan kalender bergambar sebagai media promosi. Misalnya, untuk kalender 1918 menggunakan ilustrasi karya J. van Caspel Jr., sedangkan kalender 1919 dicetak dalam nuansa warna ungu.

Memasuki dekade 1920-an, Medansche Drukkerij menjadi salah satu percetakan penting bagi penerbitan pers di Medan. Berbagai surat kabar dan majalah dicetak di perusahaan ini, antara lain Medansch Zondagblad (1915), Sama Rata (sekitar 1920), Sinar Zaman (1921), Pantjaran Berita (1922), Warta Timoer (1923), dan De Huisvrouw in Noord-Sumatra (1939).

Pada 1921 pemerintah Hindia Belanda mengesahkan perubahan anggaran dasar perusahaan. Perubahan statuta kembali disahkan melalui besluit pemerintah pada 1936, yang mencakup revisi sejumlah pasal dalam anggaran dasar. Penyesuaian tersebut memperlihatkan bahwa organisasi perusahaan terus berkembang mengikuti kebutuhan usaha dan perubahan struktur pengelolaannya.

Hubungan W. van der Ley dengan Medansche Drukkerij ternyata tidak berakhir setelah ia mengundurkan diri sebagai direktur pada 1918. Ketika meninggal dunia pada 1924, berbagai surat kabar masih menyebutnya sebagai beheerder (pengelola) Medansche Drukkerij. Pada masa yang sama ia dikenal juga sebagai pemilik pabrik semen dan tegel di Medan serta memiliki sejumlah usaha lain di Pulau Jawa.

Perusahaan juga memperlihatkan perhatian terhadap tenaga kerjanya. Pada 1921 Medansche Drukkerij memberikan penghargaan kepada dua pegawai yang telah mengabdi selama sepuluh tahun, yaitu seorang mandor dan seorang penyusun huruf, berupa medali emas dan jam tangan perak. Namun, hubungan kerja itu tidak selalu berjalan tanpa konflik. Pada 1933 sebagian pekerja bagian penyusunan huruf melakukan mogok kerja sebagai reaksi terhadap persoalan PHK. Surat kabar pada masa itu mengaitkan aksi tersebut dengan berkembangnya pengaruh politik di kalangan pekerja percetakan.

Setelah wafatnya W. van der Ley dan berakhirnya masa kepemimpinan A. Beekman, perusahaan dipimpin oleh I.L.M.I. Hass-Flinzner, pegawai yang telah bekerja selama 19 tahun di Medansche Drukkerij dan memimpin perusahaan selama 14 tahun. Ketika meninggalkan Deli pada 1937, berbagai surat kabar mencatat bahwa di bawah kepemimpinannya Medansche Drukkerij menjadi mitra percetakan berbagai organisasi masyarakat, termasuk Vereeniging van Huisvrouwen, penerbit majalah De Huisvrouw in Deli.

Sumber Pustaka:

Bataviaasch Nieuwsblad, 11 Januari 1915; De Indische Mercuur (jrg. 32, no. 10, 9 Maret 1909; jrg. 41, no. 6, 8 Februari 1918; jrg. 45, no. 1, 6 Januari 1922); Deli Courant, 5 September 1914; Deli Courant, 10 Juli 1915; Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, 30 Juni 1913; Java-Post, jrg. 9, no. 47, 24 November 1911; Maandblad van de Nederlandsche Vereeniging van Huisvrouwen, jrg. 27, no. 4, 1939; Nieuwe Rotterdamsche Courant, 11 Agustus 1921; 16 Juli 1924; Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche Pers, no. 34, 8 Januari 1921; no. 18, 30 April 1922; no. 3, 15 Januari 1923; De Sumatra Post, 20 Januari 1914, 5 September 1914, 19 Maret 1915, 2 November 1917, 17 November 1917, 8 Januari 1918, 6 Maret 1918, 17 April 1918, 11 Mei 1918, 4 Januari 1919, 1 Oktober 1921, 18 Juni 1924, 27 November 1931, 25 Maret 1936, 5 Maret 1937; De Locomotief, 24 Juni 1933.

Keterangan foto:

Foto 01. N.V. Medansche Drukkerij. Sumber: tankianhong.nl

Foto 02. Pada 1914, usaha yang sebelumnya dimiliki Burghard dialihkan kepada N.V. Medansche Drukkerij. Sumber: De Sumatra post, 05-09-1914.

Foto 03. Pada Maret 1915, N.V. Medansche Drukkerij dibeli oleh Mulder & Co. Sumber: De Sumatra post, 19-03-1915.

Foto 04. Sejak 15 Maret 1917, firma Mulder & Co., dibagi dua menjadi N.V. Medansche Drukkerij dan N.V. Medansche Tegel- en Betonfabriek. Sumber: De Sumatra post, 17-11-1917.

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri
Exit mobile version