Kabar  

Forum TBM Tanggamus Dorong Penguatan Literasi Berbasis Kearifan Lokal

Oleh. Zonizar*

Tanggamus – Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kabupaten Tanggamus mendorong penguatan gerakan literasi melalui pemanfaatan kearifan lokal, dalam skema kolaborasi TBM Tanggamus dengan tema “Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal”.


Kegiatan yang digelar di Aula Serumpun Padi Gisting itu diinisiasi oleh Pojok Baca Amel, dengan melibatkan 30 TBM yang tergabung dalam Forum TBM Kabupaten Tanggamus, di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Kabupaten Tanggamus serta Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Tanggamus.


Ketua Dewan Penasihat Forum TBM Kabupaten Tanggamus, Akhmadi Sumaryanto, membuka kegiatan tersebut sekaligus mengapresiasi Pojok Baca Armel yang telah menginisiasi kegiatan tersebut. Seraya berharap kegiatan ini akan lebih maju ke depannya.


Sementara itu, Ketua Pojok Baca Armel, Salma Martina, menyampaikan, kegiatan skema kolaborasi ini merupakan bagian akhir dari rangkaian program “Akselerasi Literasi Berbasis Kearifan Lokal”.


Sebelumnya, kata dia, kegiatan serupa telah dilaksanakan melalui bimbingan penulisan cerita lokal bagi guru serta pelatihan membaca nyaring atau read aloud bagi siswa dan guru TK/PAUD. Kegiatan tersebut terlaksana melalui kerja sama Kemendikdasmen, Forum TBM Tanggamus dan Relima Tanggamus.


Ketua Forum TBM Tanggamus, Zonizar, dalam sambutannya mengatakan, penguatan gerakan literasi masih sangat diperlukan, mengingat Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Tanggamus masih tergolong rendah dibandingkan dengan kabupaten/kota lain di Lampung.


Zonizar berharap kegiatan kolaborasi TBM menjadi salah satu upaya meningkatkan IPLM Kabupaten Tanggamus.
Bersamaan, Johan Wahyudi, Kabid Pengembangan Perpustakaan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Tanggamus, menyampaikan materi mengenai skema kolaborasi dan kemitraan TBM dengan berbagai pemangku kepentingan.


Menurut dia, rencana Festival Literasi Tanggamus 2026 yang mengangkat tema kearifan lokal, dijadwalkan berlangsung pada Oktober 2026. Sejumlah rangkaian kegiatan telah dilaksanakan, di antaranya lomba bertutur, lomba video konten literasi, lomba perpustakaan serta penulisan tentang kearifan lokal.


“Pada puncak festival, rencananya dilakukan peluncuran buku hasil bimbingan teknis serta penyerahan hadiah kepada para pemenang lomba,” jelasnya.


Johan berujar, keterbatasan anggaran menjadi kendala pengembangan literasi di Tanggamus. Program yang diajukan Dinas Perpustakaan disebut kerap mengalami pengurangan anggaran sehingga tidak seluruh kegiatan dapat dilaksanakan secara optimal.
“Selama ini, pendanaan sejumlah kegiatan literasi masih mengandalkan dukungan CSR perusahaan, dana alokasi khusus (DAK) dan sumber lain yang tidak mengikat,” demikian tutupnya.


Rangkaian acara itu ditutup oleh Wakil Bupati Tanggamus, Agus Suranto. Seraya menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada para relawan atas terlaksananya kegiatan ini.


Agus Suranto berharap di tahun 2027 semakin banyak rumah baca yang dapat menyelenggarakan acara. Menurut dia, kemajuan Tanggamus tidak saja menjadi kewajiban pemerintah daerah, akan tetapi juga seluruh masyarakat. Karenanya kolaborasi diperlukan, seperti kegiatan Kolaborasi TBM Tanggamus hari ini, ujarnya.

*Ketua PD Forum TBM Tanggamus

Penulis: ZonizarEditor: Heri
Exit mobile version