Nalar  

Ambonsche Drukkerij

Oleh. Atep Kurnia

Boekhandel, Drukkerij en Binderij L.M.H. Thörig yang kemudian dikenal sebagai Ambonsche Drukkerij didirikan oleh Leonardus Marinus Hypolitus Thörig (L.M.H. Thörig) di Ambon, Maluku, sekitar 1885. Ia lahir pada 8 Maret 1864 di Mandheling, Sumatra, dan meninggal pada 1934 di Batavia. Ayahnya, Willem Thörig, tercatat sebagai kapten dalam Koninklijk Nederlandsch-Indisch Leger (KNIL) dan pernah berdinas di Pantai Barat Sumatra.

Sumber: Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, Deel 1, 1888

L.M.H. Thörig dikenal sebagai salah seorang pengusaha percetakan swasta di Hindia Belanda. Di daftar “Particuliere Drukkerijen in Nederlandsch-Indie” dalam Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, deel 1, tahun 1888, Thörig tercatat sebagai pemilik usaha cetak di Ambon. Ia juga dikenal sebagai penerbit surat kabar dua kali sebulan Penghentar: Nieuwsblad voor Ambon yang pertama kali terbit pada 4 Oktober 1894. Dalam Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië tahun 1897 Thörig tercatat sebagai pemilik “Boekhandel, drukkerij en binderij”. Setahun kemudian, Regerings-almanak 1898 kembali mencatat L.M.H. Thörig dalam daftar usaha Ambon.

Beberapa buku yang diterbitkan oleh Thörig antara lain Eenige grepen uit de geschiedenis der Ambonsche Schutterij (Burgerij) karya G.P. de Bruijn Kops. Buku itu diterbitkan pada 1895, terdiri atas 52 halaman dan dilengkapi foto Burgerhoofdwacht di Amboina. Sebuah iklan dalam Bataviaasch Nieuwsblad pada 24 Agustus 1895 menawarkan buku tersebut kepada pembaca dengan harga satu gulden, termasuk pengiriman melalui pos.

Thörig mengiklankan buku Eenige grepen uit de geschiedenis der Ambonsche Schutterij (Burgerij) karya G.P. de Bruijn Kops. Sumber: Bataviaasch Nieuwsblad, 24 Agustus 1895.

Perubahan besar terjadi pada akhir 1897 dan awal 1898. Pada penghujung 1897, Ong Kie Hong telah menjadi pengelola dan redaktur Penghentar. Penelitian mengenai pers vernakular mencatat bahwa pada awal 1898 Selompret Melajoe memberitakan bahwa Ambonsche Drukkerij telah dibeli oleh Ong Kie Hong. Dengan demikian, terjadi pergeseran kepemilikan dari pengusaha Eropa kepada seorang pengusaha Tionghoa Ambon. Sumber lain mengenai Njio Tjoen Ean menyatakan bahwa Thörig pindah ke Malaya dan menjual mesin cetaknya kepada Ong Kie Hong.

Ong Kie Hong (1861-1914) kemudian menjadi figur sentral dalam sejarah perusahaan tersebut. Ia dikenal sebagai pedagang sukses di Ambon dan pemilik Ong Kie Hong & Co serta Bazaar Amboina. Usaha dagangnya kemudian berkembang secara beragam. Pada 1894 ia memperoleh status dipersamakan dengan orang Eropa. Dalam praktiknya, ia mempertahankan kegiatan percetakan, sekaligus berperan sebagai editor Penghentar. Surat kabar tersebut bertahan hingga 15 Oktober 1902.

Ong Kie Hong dan istrinya, Nio Kiok Nio. Sumber: cadillackoen.nl.

Di bawah Ong Kie Hong, kegiatan perusahaan juga bersinggungan erat dengan jaringan intelektual Tionghoa Ambon. Njio Tjoen Ean, yang kelak dikenal sebagai salah satu penerjemah penting karya klasik Tionghoa ke bahasa Melayu, memanfaatkan Ambonsche Drukkerij untuk menerbitkan karya-karyanya. Di antaranya Taij Hak (1900), terjemahan bagian pertama Si Shu; Tiong Iong (1898), bagian kedua dari kitab-kitab tersebut; dan Siang Loen (1899), bagian pertama dari Lun Gie.

Buku lainnya yang diterbitkan oleh Ambonsche Drukkerij, antara lain, Verzameling van reglementen, gewestelijke verordeningen en andere bepalingen betreffende de residentie Amboina (1914) karya J. Tideman, Peratoeran Geredja dari Geredja Protestant Maloeka (1932) serta Soerat Terboeka kepada Penghentar2 dan Anggota2 Geredja Protestant di Tanah Maloeka (1932) karya T. van Oostrom Soede.

Sumber pustaka:

Adam, Ahmat B. The Vernacular Press and the Emergence of Modern Indonesian Consciousness (1995); Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, Deel 1, 1888; Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, Deel 1, 1894; Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, Deel 2, 1897; Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, Deel 2, 1898; Bataviaasch Nieuwsblad, 24 Agustus 1895; Center for Research Libraries (CRL). SEAM Holdings List: Newspapers-Brunei-Burma; “Ongkiehong: De familie Ongkiehong (cadillackoen.nl); stamboomnederland.nl; Het koloniaal weekblad, jrg 7, 1907, no. 1;

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri
Exit mobile version