Oleh. Atep Kurnia
N.V. H. V. Maresch merupakan salah satu perusahaan percetakan dan penerbitan swasta tertua di Magelang, Jawa Tengah. Berawal dari usaha kecil yang dirintis Heinrich Vinzens Maresch (1854–1935), mantan tentara kolonial (KNIL), perusahaan ini berkembang menjadi percetakan yang dikenal luas di berbagai wilayah Hindia Belanda, terutama dalam penyediaan kebutuhan cetak militer, penerbitan buku, perdagangan alat tulis, serta produksi kartu pos bergambar (prentbriefkaarten), khususnya untuk daerah Magelang.
H.V. Maresch (1854–1935), lahir di Brünn, Kekaisaran Austria (kini Brno, Republik Ceko). Ia bergabung dengan KNIL pada 12 Maret 1877 di Venlo dan tiba di Batavia pada 19 Mei 1877. Selama 16 tahun berdinas, Maresch bertugas sebagai serdadu dengan keahlian penjilidan buku hingga mencapai pangkat sersan penjilid buku (sergeant-boekbinder). Setelah pensiun pada 2 April 1893, dengan bekal pengalaman teknis dan kedekatannya dengan lingkungan militer, ia menetap di Magelang dan mendirikan usaha percetakan sederhana: Stoomdrukkerij Maresch.
Pada masa awal berdirinya, usaha Maresch dijalankan dengan peralatan terbatas, termasuk mesin cetak tangan kecil yang digunakan untuk mencetak formulir administrasi, surat izin militer, dan berbagai dokumen praktis lainnya. Percetakan Maresch juga berperan dalam penerbitan karya-karya Johannes van der Steur, pendiri Panti Asuhan Oranje Nassau di Magelang. Sejumlah publikasi awal Van der Steur, termasuk majalah De Kleine Bode van Huis dan buku-buku pendidikan bagi anak asuhnya, dicetak oleh H.V. Maresch.
Perkembangan pesat mendorong transformasi usaha perseorangan ini menjadi perseroan terbatas. Pada 1905 dibentuklah N.V. Boekhandel, Drukkerij en Binderij H. V. Maresch dengan masa berlaku 50 tahun. Anggaran dasarnya mencakup pengelolaan toko buku, percetakan, penjilidan, perdagangan kertas, distribusi hasil cetakan, serta penjualan alat tulis dan perlengkapan administrasi.
Dekade berikutnya, perusahaan terus melakukan pengembangan usaha. Selain percetakan dan penjilidan, N.V. H. V. Maresch mengembangkan toko buku dan menjadi penerbit berbagai karya. Salah satu publikasi awalnya adalah Bondsliederen van den Nederlandsch-Indischen Bond van Europeesche Militairen “Voor Koningin en Vaderland” (1907). Kantor dan fasilitas produksinya berlokasi di kawasan Groote Weg Noord Pontjol, Magelang.
Tonggak penting lain dalam perkembangan perusahaan terjadi ketika Johannes M. Grenzenberg bergabung pada 1910. Sebelumnya ia telah memiliki pengalaman mengelola usaha percetakan di Yogyakarta. Pada 1911, Grenzenberg diangkat sebagai direktur sementara dan kemudian dipercaya mengelola operasional perusahaan ketika Maresch beberapa kali melakukan perjalanan ke Eropa. Di bawah kepemimpinannya, jaringan bisnis perusahaan berkembang pesat hingga dikenal luas di seluruh Hindia Belanda. Grenzenberg bahkan melakukan perjalanan ke Jepang dan Amerika Serikat untuk menjalin hubungan dagang sekaligus mempelajari perkembangan teknologi percetakan modern.
Pada 1918, kepemimpinan perusahaan beralih kepada putra pendirinya, Karel Maresch (1893–1981). Di bawah kepemimpinannya, perusahaan mempertahankan reputasi kualitas yang telah dibangun sejak awal. Prinsip “Alles wat de deur uitgaat moet goed zijn” (Segala sesuatu yang keluar dari pintu harus bermutu baik) menjadi landasan operasional perusahaan. N.V. H. V. Maresch kemudian dikenal sebagai percetakan yang menangani berbagai jenis produksi, mulai dari kebutuhan administrasi militer, penerbitan buku, penjilidan, pembuatan stempel, pembingkaian, hingga perdagangan buku dan perlengkapan kantor.
Salah satu kontribusi terpenting perusahaan ini adalah produksi kartu pos bergambar yang mendokumentasikan Magelang dan sekitarnya sejak awal abad ke-20 (1906-1915). Ratusan kartu posnya antara lain menggambarkan alun-alun, stasiun kereta api, rumah sakit militer, Pecinan, Air Terjun Margoyoso, Sungai Elo dan Sungai Progo, Candi Borobudur, dan Pasar Rejowinangun. Sebagian diproduksi menggunakan teknik pewarnaan manual (hand-coloured postcards), yang lazim digunakan sebelum berkembangnya fotografi warna. Sekarang koleksinya antara lain dikumpulkan oleh KITLV dan Wereldmuseum Rotterdam, di Belanda.
H.V. Maresch meninggal dunia di Magelang pada 21 Mei 1935 dalam usia 81 tahun. Pers kolonial mengenangnya sebagai salah satu tokoh Eropa yang paling lama menetap dan dikenal di kota tersebut. Perusahaan yang didirikannya masih beroperasi setidaknya hingga 1940, sebagaimana terlihat dari berbagai iklan penerbitannya. Namun, masa pendudukan Jepang dan pergolakan Revolusi Indonesia diduga mengganggu keberlangsungan operasional perusahaan. Bangunan bekas percetakan bahkan dilaporkan mengalami kerusakan akibat konflik pada akhir 1940-an.
Daftar Pustaka:
Bataviaasch Nieuwsblad (5 Maret 1913, 22 Mei 1935); De Indische Courant (24 Mei 1935); De Indische Mercuur (Jilid 29, No. 1, 2 Januari 1906; Jilid 36, No. 19, 13 Mei 1913); De Koerier (24 Mei 1935); De Locomotief (23 November 1901, 12 Maret 1918, 22-23 Mei 1935, 31 Mei 1935); Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië (7 Agustus 1916); Javasche Courant (No. 95, 28 November 1905); Madjoe (Jilid 16, No. 3, 1 Maret 1930); Nieuwsblad van het Noorden (17 Agustus 1907); Soerabaijasch Handelsblad (6 September 1940); Sumatra-courant (22 September 1898); digitalcollections.universiteitleiden.nl; collectie.wereldmuseum.nl.
Sumber Foto:
Foto 01. Situasi percetakan N.V. H. V. Maresch sekitar tahun 1909. H.V. Maresch yang berkumis terlihat di sebelah kiri. Sumber: Olivier Johannes (11 Februari 2013) via kotatoeamagelang.wordpress.com dan mblusukmen.blogspot.com.
Foto 02. Kartu pos bergambar Bayeman dan gedung pengadilan di Magelang. Sumber: KITLV 1403056 (digitalcollections.universiteitleiden.nl).
Foto 03. Kartu pos bergambar Gunung Merapi yang sedang aktif. Sumber: KITLV 1403057 (digitalcollections.universiteitleiden.nl)
Foto 04. Pasar Rejowinangun, Magelang. Sumber: KITLV 1403068 (digitalcollections.universiteitleiden.nl)
