Oleh. Bonni Febrian*
Upaya menumbuhkan budaya baca terus dilakukan oleh Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Rumah Ilmu Sahabat Ar-Ra’uuf, salah satu anggota Forum TBM Kalimantan Tengah. Program Jemput Bola Literasi (Jebol) di Desa Tumbang Miwan, Kabupaten Gunung Mas menjadi program prioritas.
Program yang diinisiasi Ketua Taman Baca Rumah Ilmu Sahabat Ar-rauf Siswanto ini dilaksanakan secara rutin setiap Minggu pukul 15.00 –17.00 WIB di lapangan TK Desa Tumbang Miwan. Kegiatan diisi dengan pendampingan calistung bagi anak yang belum lancar, membaca buku bersama, membaca nyaring, serta aneka permainan tradisional yang dikemas secara edukatif dan menyenangkan.
Selain aktif mengelola TBM, Siswanto juga dikenal sebagai pegiat literasi yang produktif menulis buku cerita anak. Melalui program Jemput Bola Literasi, ia bersama para relawan berupaya mendekatkan buku kepada anak-anak sekaligus menumbuhkan kebiasaan membaca sejak usia dini.
Menurut Siswanto, tantangan terbesar dalam mengembangkan budaya literasi masih datang dari lingkungan keluarga. Sebagian orang tua belum membiasakan anak untuk gemar membaca sejak kecil, sementara penggunaan gawai dan pengaruh pergaulan turut memengaruhi minat baca anak.
Kehadiran program ini mendapat respons positif dari masyarakat. Indu Al dan Indu Milka, warga Desa Tumbang Miwan, menilai kegiatan Jemput Bola Literasi sangat membantu mengembangkan budaya literasi di desa mereka dan sekitarnya, khususnya di Kabupaten Gunung Mas.
Menurut keduanya, anak-anak merasa senang karena dapat membaca buku-buku yang bervariasi sehingga membantu meningkatkan kemampuan membaca. Selain itu, kegiatan membaca dan permainan tradisional yang diselenggarakan TBM mampu mengurangi waktu anak-anak menggunakan gawai.
“Kami sebagai orang tua mengucapkan terima kasih kepada TBM Rumah Ilmu Sahabat Ar-Ra’uuf yang dengan segala kemampuannya telah mengajarkan literasi dasar, yaitu membaca dan menulis, kepada anak-anak di desa kami,” ujar mereka.
Indu Al menambahkan, putranya yang berusia delapan tahun dan bersekolah di SD Tumbang Miwan selalu antusias mengikuti kegiatan tersebut. “Anak kami senang. Bahkan, kalau bisa, kegiatan ini diadakan setiap hari agar ia bisa terus membaca dan bermain permainan tradisional bersama teman-temannya,” jelasnya.
Siswanto berharap pembiasaan membaca dimulai dari rumah dengan dukungan orang tua. Ia juga mengajak sekolah-sekolah untuk memaksimalkan fungsi perpustakaan sebagai ruang belajar yang menarik agar minat baca anak terus tumbuh.
Program Jemput Bola Literasi menjadi salah satu contoh bagaimana anggota Forum TBM Kalimantan Tengah terus menghadirkan layanan literasi yang dekat dengan masyarakat. Melalui pendekatan jemput bola, buku dan aktivitas literasi tidak hanya mudah diakses, tetapi juga menjadi ruang belajar, bermain, dan membangun kebiasaan membaca bagi anak-anak di desa.
*Infokom – PW Forum TBM Kalteng
