Oleh. Bonni Febrian*
SERUYAN, KALTENG – Bergerak dalam keterbatasan bukan berarti tidak bisa memberikan dampak bagi lingkungan sekitar. Semangat inilah yang terpancar nyata dari aksi sosial-edukasi yang diinisiasi oleh Komunitas Pelita Anak Berkebutuhan Khusus (ABK) Kuala Pembuang, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah. Sebagai salah satu anggota aktif dari Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, komunitas ini sukses memadukan aksi bersih pantai dengan kegiatan literasi inklusif di objek wisata Pantai Cemara, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Founder Pelita ABK Seruyan, Yulia Tanti Nova, mengungkapkan bahwa gerakan ini lahir dari rasa prihatin melihat kondisi sejumlah destinasi wisata pantai di Kabupaten Seruyan yang berpotensi tinggi namun tampak kurang terawat.
”Seruyan memiliki potensi wisata pantai yang sangat baik. Kami tidak ingin destinasi wisata yang ada mengalami kondisi seperti beberapa tempat yang akhirnya kurang terurus. Karena itu kami berinisiatif melakukan aksi bersih-bersih sebagai gerakan kecil yang kami harapkan bisa memberikan dampak besar,” ujar Yulia Tanti Nova.
Aksi yang berlangsung sejak pagi hari ini bukan sekadar gerakan memungut sampah biasa, melainkan sebuah ruang pembuktian bahwa anak-anak disabilitas memiliki ruang dan hak yang sama untuk berkontribusi bagi daerah mereka.
Literasi Inklusi di Bibir Pantai
Selain melakukan aksi gotong royong membersihkan pantai, kegiatan dengan sentuhan literasi juga dihadirkan melalui program Read Aloud (membaca nyaring). Yulia menceritakan bagaimana sesi membaca buku bersama ini berlangsung dengan sangat hangat dan interaktif.
“Kami membacakan cerita dan ada sesi tanya jawab sedikit tentang isi cerita, seperti siapa saja tokoh-tokoh di dalamnya. Anak-anak sangat antusias, meskipun dengan keterbatasan mereka yang kesulitan dalam bicara. Jawabannya kadang kurang tepat karena beberapa anak memang memiliki keterbatasan intelektual, namun semangat mereka luar biasa,” ungkap Yulia.
Bagi Yulia, momen ini menegaskan sebuah fakta penting yang sering dilewatkan masyarakat awam. “Pada dasarnya, anak-anak berkebutuhan khusus memiliki ketertarikan dan antusiasme bersosial yang sangat tinggi. Tantangannya tinggal pada kita, mau atau tidak memberikan kesempatan itu kepada mereka,” tambahnya.
Mendampingi anak-anak istimewa di ruang terbuka tentu memberikan cerita unik tersendiri. Yulia mengisahkan dengan senyum bagaimana lucunya suasana di lapangan saat fokus anak-anak mulai teralihkan oleh indahnya pemandangan laut.
“Lucunya, kadang mood mereka terdistraksi karena ingin sekali bermain air atau mandi di pantai. Tapi di situlah peran kami untuk terus mengawasi dan mengingatkan kembali rencana awal kita dengan bahasa yang mudah mereka pahami, tentunya sambil tetap mengikuti ritme dan mood mereka, ujarnya.
Kolaborasi Lintas Komunitas dan generasi
Aksi ini diikuti lebih dari 20 peserta, termasuk anggota Pelita ABK, relawan, dan warga sekitar. Meskipun sekilas area pantai terlihat bersih dari kejauhan, hasil pengumpulan sampah di lapangan justru menunjukkan hal sebaliknya.Gerakan ini berhasil mengumpulkan lebih dari 10 karung sampah dari kawasan pantai, termasuk temuan botol minuman keras yang membahayakan.
Langkah kecil yang diinisiasi oleh Komunitas Pelita ABK ini rupanya berhasil memantik simpati dan kepedulian banyak pihak. Sejumlah elemen masyarakat dan komunitas lokal turut turun tangan berkolaborasi di lapangan. Mulai dari warga sekitar pantai, Sanggar Seni Hapakat Penyang, Gawi Bapakat, Ruang Project, hingga beberapa siswa dari SMAN 1 Kuala Pembuang.
Sinergi lintas komunitas ini diharapkan tidak berhenti sampai di sini saja. “Kami ingin kegiatan ini menjadi agenda rutin dan semakin banyak pihak yang bisa terlibat berkolaborasi agar dampak yang dihasilkan bisa jauh lebih besar lagi bagi lingkungan dan masyarakat,” harap Yulia.
Tentang Komunitas Pelita ABK Seruyan
Komunitas Pelita ABK Kuala Pembuang hadir sebagai oase dan ruang aman bagi anak-anak berkebutuhan khusus di Kabupaten Seruyan. Komunitas ini fokus bergerak pada pembinaan, pendampingan, serta penyediaan ruang kreativitas bagi anak-anak disabilitas agar mereka bisa tumbuh mandiri dan percaya diri di tengah masyarakat. Melalui integrasi bersama Forum TBM Kalteng, Pelita ABK juga terus memperjuangkan akses literasi yang inklusif dan ramah disabilitas, memastikan bahwa literasi adalah hak semua anak tanpa terkecuali.
Bagi masyarakat, pegiat literasi, maupun donatur yang tergerak untuk mendukung program kerja, mendonasikan buku bacaan inklusif, atau ingin bergabung menjadi relawan pendamping, dapat membuka ruang komunikasi dan menyalurkan dukungannya secara langsung dengan menghubungi Komunitas Pelita ABK Seruyan melalui akun Instagram resmi: @komunitas_pelitaabk.
Mari bersama-sama kita berikan ruang dan kesempatan bagi anak-anak istimewa ini untuk terus menyalakan pelita literasi dan kepedulian dari bumi Kalimantan Tengah.
*Infokom PW Forum TBM Kalteng
