Kabar  

Catatan dari Safari Duta Baca Indonesia di Nganjuk

Oleh. Sofia Ulfa*

Literasi sering kali hanya dipahami sebatas deretan buku di rak perpustakaan. Padahal, di balik itu ada cerita tentang orang-orang yang terus berupaya agar anak-anak dan masyarakat di sekitarnya tetap mau membaca dan menulis. Semangat inilah yang terasa selama dua hari, 24–25 Juli 2026, saat Duta Baca Indonesia, Gol A Gong, berkunjung ke Kabupaten Nganjuk.

Bersama relawan Rumah Dunia, Naufal Nabilludin, kehadiran mereka dalam Safari Literasi Jawa menjadi ruang perjumpaan yang hangat. Digagasi oleh Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Nganjuk dan Relawan Literasi Masyarakat (Relima) Perpusnas Lokus Nganjuk, kegiatan ini mempertemukan berbagai kalangan, mulai dari pelajar, penggiat komunitas, guru, hingga jajaran pemerintah daerah.

Menyapa Para Siswa di MTsN 5 Nganjuk

Safari dimulai pada Jumat pagi (24/7/2026) di MTs Negeri 5 Nganjuk. Gol A Gong berbagi cerita dan mengajak siswa untuk lebih percaya diri serta berani mengekspresikan pikiran lewat tulisan.

Suasana menjadi semakin hidup saat Naufal Nabilludin memberikan materi dasar kejurnalistikan. Lewat pendekatan yang praktis dan santai, para siswa diajak memahami bahwa kemampuan menulis adalah modal penting untuk bersuara dan berpikir kritis di era digital.

Membuka Ruang Dialog Bersama Dinas Arpus

Gerakan komunitas tentu butuh ruang bertumbuh yang didukung oleh pemerintah. Hari yang sama, rombongan bersilaturahmi ke Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Arpus) Kabupaten Nganjuk.

Pertemuan ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Arpus Nganjuk, Alwiyah Supu Yusuf, S.Sos., M.Si., beserta tim Relima, seperti Diah Shanti Utaminingtyas, M.Si., dan Yunita Nurmalasari, S.Pd. serta Pengurus Forum TBM Nganjuk. Dalam dialog santai tersebut, Alwiyah menyampaikan komitmennya untuk terus membuka pintu kerja sama.

“Dinas Arpus senantiasa membuka ruang kerja sama dengan Relima dan Forum TBM Nganjuk. Kami berharap sinergi ini menjadi kran utama dalam mengakselerasi tingkat literasi masyarakat Nganjuk,” ungkap Alwiyah.

Hangatnya Lesehan Komunitas di TBM IQRO Babadan

Ruh dari gerakan literasi sebenarnya ada pada lingkar-lingkar kecil komunitas. Sore harinya, sarasehan literasi digelar di TBM IQRO Babadan. Berbagai komunitas lokal hadir berkumpul, mulai dari Forum Lingkar Pena (FLP) Nganjuk, Kopling, Widya Aksara, Nganjuk Book Party, Komunitas Mari Membaca, Fatayat Pace, Pengurus Perpusdes hingga penggiat TBM dari berbagai desa.

Kepala Bidang Perpustakaan Dinas Arpus Nganjuk, Endang Candra Rini, S.E., M.A.P., turut hadir dan mengapresiasi kebersamaan ini. Ia menekankan pentingnya menyediakan ruang belajar yang ramah dan menyenangkan bagi anak-anak.

Ketua Forum TBM Nganjuk, Sofia Ulfa, M.Pd., menyampaikan bahwa gerakan ini tidak bisa berjalan sendiri-sendiri. “Gerakan literasi Nganjuk adalah tanggung jawab kolektif. Ruang-ruang kolaborasi seperti inilah yang menjadi kunci agar gerakan ini tetap hidup dan berdampak nyata,” tutur Sofia.

Dalam suasana yang akrab, Gol A Gong menyampaikan harapannya agar keterhubungan antara Relima, Forum TBM, komunitas, dan Perpusda semakin erat demi mewujudkan cita-cita bersama: Nganjuk Membaca.

Mengajak Guru Terus Berkarya

Rangkaian Safari Literasi ditutup pada Sabtu (25/7/2026) melalui Workshop Fiksi Mini di Aula Kementerian Haji (Kemenhaj) Nganjuk. Puluhan guru diajak belajar merangkai cerita-cerita pendek agar nantinya bisa menularkan kebiasaan menulis kepada para siswa di sekolah.

Gerakan kolektif ini membuktikan bahwa literasi di Kabupaten Nganjuk bukan lagi sekadar wacana di atas kertas, melainkan sebuah gerakan sosial yang hidup dan mengakar. Ketika ruang-ruang kelas, sudut-sudut taman baca, hingga meja birokrasi saling berkelindan dalam satu helaan napas yang sama, api literasi di Bumi Anjuk Ladang dipastikan tak akan pernah padam, menjadi penerang bagi lahirnya generasi penerus bangsa yang berdaya, kritis, dan literat.

*Ketua PD Forum TBM Kabupaten Nganjuk

Penulis: Sofia UlfaEditor: Heri
Exit mobile version