Nalar  

Kedirische Snelpersdrukkerij

Oleh. Atep Kurnia

Kedirische Snelpersdrukkerij merupakan perusahaan percetakan dan penerbitan di Kediri, Jawa Timur, sejak tahun 1915. Perusahaan ini didirikan dan dipimpin oleh Thijs Harm Sinninghe (Th. H. Sinninghe).

Thijs Harm Sinninghe lahir pada 25 Februari 1881 di Vierverlaten, Hoogkerk, Groningen. Ia adalah anak Rudolf Sinninghe dan Grietje Bolhuis. Ayahnya seorang petani. Sinninghe menikah dengan Jantje Schmidt, seorang guru yang lahir pada 18 April 1895 di Bierum, pada 16 April 1921 di Grijpskerk. Jantje meninggal pada 29 Januari 1930 di Kediri.

Dalam peringatan sepuluh tahun Kedirische Snelpersdrukkerij (September 1925) disebutkan bahwa usaha tersebut bermula setelah pembelian percetakan Tionghoa seharga ƒ6.500. Mulanya, percetakan itu hanya mempekerjakan sekitar enam orang. Usahanya kemudian berkembang dengan kegiatan penjilidan, perdagangan buku, pembuatan bingkai, dan penerbitan surat kabar. Pada 1925 jumlah pekerjanya telah mencapai lebih dari 60 orang.

Salah satu surat kabar yang dicetak di Kedirische Snelpersdrukkerij. Sumber: khastara.perpusnas.go.id

Perusahaan tersebut berstatus perseroan terbatas, N.V. Kedirische Snelpersdrukkerij, sejak 1916. Pengumuman mengenai pendirian badan usahanya dimuat dalam Javasche Courant tanggal 2 Februari 1916. Modalnya sebesar ƒ20.000, yang terbagi atas 80 saham masing-masing bernilai ƒ250. Th. H. Sinninghe tercatat sebagai direktur, komisarisnya H. van Tinteren, Koo Gay Djiang, dan B. M. Klop. Anggaran dasarnya menyebutkan bidang usahanya terutama perdagangan buku dan alat tulis, percetakan buku dan perdagangan, serta pencetakan dan penerbitan surat kabar, majalah, dan terbitan berkala. Masa berdirinya ditetapkan selama 50 tahun.

Pada Mei 1916, De Indische Mercuur mengabarkan bahwa Kediri akan segera mempunyai surat kabar sendiri dan menyebut gagasan tersebut berasal dari Kedirische Snelpersdrukkerij. Beberapa waktu kemudian, Kedirische Courant mulai diterbitkan oleh perusahaan tersebut. Berita tahun 1918 menyebut Kedirische Courant terbit dua kali seminggu, pada Rabu dan Sabtu.

Th. H. Sinninghe memperluas usahanya ke Madiun. Pada awal September 1918 diberitakan bahwa di Madiun telah didirikan N.V. Centrale Drukkerij yang dimaksudkan sebagai kelanjutan dari usaha percetakan yang sudah ada di sana. Sinninghe disebut sebagai direkturnya. Dalam rencana tersebut juga disebutkan penerbitan surat kabar baru, sedangkan Kedirische Courant selanjutnya akan dicetak di Madiun.

Pada September 1925 Kedirische Snelpersdrukkerij mempersiapkan penerbitan surat kabar berbahasa Melayu, Pewarta Kediri. Beberapa hari kemudian, Keng Poo memberitakan terbitnya Pewarta Kediri setiap Rabu dan Sabtu, dengan Th. H. Sinninghe sebagai redakturnya.

Banyak surat kabar dan buku yang dicetak di Kedirische Snelpersdrukkerij. Di antaranya surat kabar Sri Djojo-Bojo (1920); majalah Kristen Jawa yang terbit dua kali sebulan sejak Januari 1925, Kristen-Djawi; Buku Sociale verbeteringen in het Gewest Kediri over het jaar 1923 (1924); Brosur-brosur berbahasa Jawa bercorak Kristen, seperti Sawidjining Wong Arab lan Oentoene (1925) dan Ramakane Botjah Lola (1926); cetak ulang buku Een papierfabriek te Palembang (1920) karya Gustav Fischer; buku Handboekje ten dienste van de Gereformeerde Kerken in Nederlands Indië (1928); Financieel overzicht der Gereformeerde Kerk van Soerabaia over 1927 en begrooting voor 1928 (1928).

Pada 1932, nama Sinninghe dan Kedirische Courant masih muncul dalam pemberitaan mengenai persiapan pembentukan cabang Vaderlandsche Club di Kediri. Sinninghe menyatakan kesediaannya membantu mencetak daftar nama, pengumuman, dan bahan propaganda organisasi tersebut serta mengirimkan edisi surat kabarnya kepada sejumlah orang.

Salah satu buku terbitan Kedirische Snelpersdrukkerij. Sumber: Delpher.nl.

Setelah Indonesia merdeka, Kedirische Snelpersdrukkerij pada 1949 antara lain berperan pula sebagai agen surat kabar De Vrije Pers dan Wereldnieuws di Kediri dan Pare. Namun, berdasarkan pengumuman dalam De Vrije Pers (1 Agustus 1949), layanan keagenan kedua surat kabar tersebut dialihkan, terhitung sejak 1 Agustus 1949, dari N.V. Kedirische Snelpersdrukkerij kepada Toko Platina. Toko tersebut beralamat di Hoofdstraat 37, Kediri,

Akhirnya, di masa nasionalisasi perusahaan Belanda, tahun 1958 Kedirische Snelpersdrukkerij tercatat berkedudukan di Jalan Kiaracondong No. 65, Bandung, dan berada dalam pengawasan Penguasa Perang Daerah Swatantra I Jawa Barat. Berdasarkan keputusan No. 70/4/P.P.D./1958 tanggal 16 April 1958, penguasa perang menyetujui pengangkatan Ny. Soetarsih Aladin-Wiriadikoesoemah, yang sebelumnya menjabat sekretaris perusahaan, sebagai wakil direktur. Pengangkatan tersebut berlaku sejak 15 Februari 1958 dan dilakukan karena direktur N.V. Kedirische Snelpersdrukkerij, J.D.L. van Waardenburg, akan segera meninggalkan Indonesia.

Sumber pustaka:

Javasche Courant, 2 Februari 1916, No. 9; De Indische Mercuur, 19 Mei 1916; De Locomotief, 5 Juli 1918, 9 September 1925, 12 September 1925; Bataviaasch Nieuwsblad, 7 September 1921; Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, 7 September 1921; De Indische Courant, 17 September 1925; Overzicht van de Inlandsche en Maleisch-Chineesche Pers (IPO) No. 8 (1925), IPO No. 18 (1926); De Bazuin, 20 Mei 1932, No. 21; De Vrije Pers, 1 Agustus 1949; worldcat.org; khastara.perpusnas.go.id; degrijs.deds.nl; delpher.nl; Himpunan peraturan, penetapan, instruksi, pengumuman dan surat keputusan (1958), Penguasa Perang Daerah Swatantra I Djawa-Barat.

Loading

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri