Nalar  

W. Eekhout & Co

Oleh. Atep Kurnia

W. Eekhout & Co adalah perusahaan penerbitan buku, percetakan, dan surat kabar di Makassar, Sulawesi Selatan, sejak 1860. Tokoh di balik usaha ini adalah Cornelis Jan Louis Willem Eekhout (1841-1920).

Ia lahir di Yogyakarta pada 6 Februari 1841 dan meninggal di Makassar pada 17 Agustus 1920. Ia berasal dari lingkungan kolonial di Jawa dan membangun kariernya di Makassar. Ia menikah dengan M.C. van Dasten di Semarang pada 23 Desember 1859. Setelah istrinya meninggal pada 1861, Eekhout menikah lagi dengan A.E. Bethbeder di Makassar pada 19 Maret 1862. Selain sebagai pengusaha, Eekhout dikenal sebagai zaakwaarnemer yang berkaitan dengan profesi hukum.

Jejak Eekhout sebagai pengusaha cetak terlihat dalam iklan tahun 1860 yang menunjukkan W. Eekhout & Co sedang mencari seorang boekdrukker (pencetak) yang cakap, baik pribumi maupun Tionghoa, serta dua orang letterzetter (penyusun huruf). Saat itu dia sedang mempersiapkan penerbitan surat kabar Makassarsch Weekblad. Pada April 1862 bahkan dicari seorang letterzetter yang juga mampu mengambil alih pengelolaan percetakan. Saat yang sama, W. Eekhout & Co berbisnis barang dagangan, termasuk pesanan seperti ikan kering dan minyak rambut.

W. Eekhout & Co menjual usaha perdagangan buku dan kertas serta percetakan buku dan surat kabarnya kepada K. Sutherland pada 1 Januari 1863. Sumber: Java-bode, 25-02-1863

Di bidang penerbitan buku, salah satu terbitannya adalah Boegineesch heldendicht op den eersten Bonischen veldtogt van 1859 (1862) karya Dr. B. F. Matthes. Selanjutnya, dalam pengumuman yang diumumkan pada 1 Januari 1863, W. Eekhout & Co menyatakan telah menjual usaha perdagangan buku dan kertas serta percetakan buku dan surat kabarnya kepada K. Sutherland. Sutherland kemudian mengumumkan ia menjadi pemilik usaha tersebut dan berjanji memberikan pelayanan yang cepat dan efisien kepada pelanggan.

Tetapi Eekhout tetap aktif di dunia pers. Terbukti, ia menerbitkan Dagblad van Celebes pada 1868. W. C. J. van der Moore ditunjuk sebagai redakturnya, tetapi sikap kritisnya kemudian menimbulkan persoalan hukum hingga ia dijatuhi hukuman penjara. Surat kabar tersebut berhenti pada Januari 1869. Pada tahun yang sama Eekhout menerbitkan Celebes-Courant, yang mulai terbit pada Oktober 1869 dan bertahan hingga Februari 1870.

Pada 1870 C.J.L.W. Eekhout tercatat sebagai zaakwaarnemer di Makassar dan mengajukan permohonan agar diperbolehkan mengikuti ujian sebagai kuasa hukum, tetapi permohonannya ditolak pemerintah. Pada Mei 1871, ia tercatat sebagai koopman (saudagar) yang dinyatakan pailit oleh Raad van Justitie di Semarang. Beberapa tahun kemudian, dalam perkara hukum di Makassar pada 1876, pihak lawan bahkan mempersoalkan kedudukan W. Eekhout sebagai kuasa hukum dengan menyebut bahwa ia pernah menjadi anggota firma W. Eekhout en Co yang dinyatakan pailit pada 1871.

Meski demikian, Eekhout muncul kembali dalam dunia pers pada 1879. Dalam berita Soerabaijasch Handelsblad Juli 1879 menyebut telah terbit surat kabar baru di Makassar yang ukurannya sedikit lebih besar dari surat kabar lainnya dan kualitas cetaknya baik, serta W. Eekhout redakturnya. Pada September 1879, Makassaarsch Handels-Blad juga memberitakan adanya sengketa antara redakturnya dengan W. Eekhout. Pada periode ini Eekhout menerbitkan Nieuws- en Advertentieblad voor Celebes en Onderhoorigheden, yang kemudian dikenal sebagai Celebes-Courant. Surat kabar ini menjadi salah satu usaha persnya yang paling lama bertahan.

C.J.L.W. Eekhout dinyatakan pailit pada 20 Mei 1871. Sumber: Bataviaasch handelsblad, 27-05-1871

Pada 1883 Eekhout membeli percetakan milik mendiang B. Ch. Brugman seharga f7.000. Proses pengambilalihannya sempat tertunda karena percetakan masih dalam keadaan tersegel, tetapi setelah prosesnya selesai Eekhout diperkirakan mengambil alih pengoperasiannya. Setahun sebelumnya, pada 1882 ia menerbitkan Mata Hari, surat kabar berbahasa Melayu di Makassar. Surat kabar tersebut terbit dalam format empat halaman dan dalam beberapa edisinya memuat pula berita berbahasa Makassar dengan aksara Bugis (lontaraq).

Pertengahan 1880-an, W. Eekhout & Co sudah terbilang mapan. Iklan Celebes Courant menyebutny sebagai pemilik “snelpersdrukkerij en bureauhandel”, percetakan dengan mesin cetak cepat sekaligus usaha perlengkapan dan kebutuhan kantor. Perusahaan menawarkan pengerjaan pesanan secara cepat dan murah. Regerings-Almanak 1886 mencatat W. Eekhout & Co sebagai pencetak sekaligus penerbit Celebes-Courant, yang terbit dua kali seminggu dengan uang jaminan f200.

Penerbitan bukunya terus berlangsung. Pada 1887, De Locomotief memberitakan Handboek voor Burgers en Kooplieden karya C. J. L. W. Eekhout, yang ketika itu disebut sebagai kuasa hukum pada Raad van Justitie di Makassar. Buku tersebut memberikan ringkasan hukum perdata dan hukum dagang, peraturan organisasi peradilan, hukum acara perdata, serta prosedur peradilan bagi penduduk pribumi di Jawa dan Madura, dilengkapi berbagai formulir. Buku itu ditujukan kepada orang-orang yang bukan ahli hukum dan dihargai f5.

Akhir riwayat W. Eekhout & Co terjadi pada 1888. Pada Maret tahun itu perusahaan mengumumkan bahwa pada 2 Juli akan dilelang sebuah boek- en courant-drukkerij (percetakan buku dan koran) yang masih beroperasi beserta penerbitan Celebes-Courant. Percetakan tersebut kemudian terjual kepada A. Ph. Weijergang. Regerings-Almanak 1890 mencatat Celebes-Courant berada di bawah Weijergang, sedangkan pada 1893 penerbitannya tercatat di bawah J. R. Le Bruijn dan terbit tiga kali seminggu.

Sumber pustaka:

Van der Chijs, J.A. Proeve eener Nederlandsch-Indische bibliographie (1659-1870). Batavia, 1875; Termorshuizen, Gerard. Journalisten en heethoofden: Een geschiedenis van de Indisch-Nederlandse dagbladpers, 1744–1905, 2001; Java-bode, 1 September 1860; 25 Februari 1863; De Oostpost, 7 September 1860; Bataviaasch Handelsblad, 2 April 1862, 27 Mei 1871; Soerabaijasch Handelsblad, 12 Juli 1879, 22 Maret 1888; Makassaarsch Handels-Blad, 12 September 1879, 20 Maret 1883; De Locomotief, 27 Juni 1885, 28 November 1887; Regerings-Almanak voor Nederlandsch-Indië, 1886, 1890, 1893; Tijdschrift van het Recht, Deel 26-27, 1876; gw.geneanet.org.

Loading

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri