Nalar  

Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling

Oleh. Atep Kurnia

Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling di Palembang berawal dari kegiatan N.V. Industrieele Maatschappij “Palembang” (IMP), perusahaan yang didirikan pada 1898 oleh W. Cremer (1859-1926). Cremer datang ke Jawa pada 1879 untuk bekerja dalam usaha perkebunan kina dan teh, sekaligus menjadi sekretaris pribadi sepupunya, J. F. Cremer, yang ketika itu menjadi anggota Staten-Generaal di Belanda. Dari lingkungan tersebut ia memperoleh pengalaman mengenai perkebunan dan kehidupan ekonomi di Hindia, khususnya di Deli, Sumatra Utara.

Ketika berada di Medan, Cremer terlibat dalam pengelolaan Deli-Courant, surat kabar yang didirikan J. Deen dan semula terbit dua kali seminggu. Keterlibatannya berkembang menjadi pengelolaan perusahaan pers dan percetakan. Pada 1894 dibentuk sebuah perseroan terbatas dengan Cremer sebagai direktur. Ia memperluas usahanya dengan mendatangkan tenaga kerja dan mesin cetak baru dari Belanda, sehingga surat kabarnya menjadi harian.

Pengalaman tersebut menjadi modal bagi Cremer saat ia mengembangkan usaha di Palembang. Pada 1898 IMP. yang bergerak pada pabrik mesin dan galangan kapal, merencanakan pendirian toko mesin, gudang perdagangan impor, kantor, dan percetakan. Karena tanah milik pemerintah tidak dapat diperoleh, Cremer membeli beberapa rumah milik pribadi di sepanjang Tengkurukkade. Di lokasi inilah berdiri kompleks yang menampung kegiatan percetakan dan perdagangan buku IMP. Bangunan tersebut di kemudian hari digunakan oleh Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling.

K. A. Ebeling atau Karel August Ebeling lahir di Rotterdam pada 30 November 1889 sebagai anak Karel August Ebeling dan Elisabeth Couzij. Pada 10 Juli 1915 Ebeling berangkat dari Rotterdam menuju Hindia dengan kapal Rindjani milik Rotterdamsche Lloyd. Ia direkrut oleh IMP di Belanda dan setelah tiba di Palembang ditempatkan sebagai chef drukkerij (kepala percetakan) IMP. Ebeling bekerja selama 18 tahun di percetakan IMP dan mengambil dua kali cuti ke Eropa (1922 dan 1928).

September 1918 Ebeling menikah dengan Gezina van Keeken, yang pada Juli 1916 datang ke Palembang sebagai guru di Palembangsche Fröbelschool. Selama bertahun-tahun Ebeling tetap mengelola kegiatan percetakan dan surat kabar IMP. Salah satu terbitan utama IMP adalah Palembangsch Nieuwsblad. Pada 1915 surat kabar itu masih terbit sekali seminggu dan di lingkungan masyarakat Palembang dikenal dengan sebutan “Limonadeblaadje”, karena saking banyaknya iklan pabrik limun milik IMP. Pada Juli 1938 frekuensi penerbitannya meningkat menjadi empat kali seminggu.

Peralihan usaha berlangsung pada 1 Januari 1934. IMP mengumumkan bahwa bagian percetakan dan Palembangsch Nieuwsblad diserahkan kepada Ebeling, yang bertahun-tahun bertanggung jawab atas pengelolaan kedua bagian tersebut. Setelah pengambilalihan, Ebeling mengembangkan usaha dengan mengubah dan memperluas bangunan lama serta membuka toko buku. J. Oudendijk, yang telah bekerja bersama Ebeling selama sekitar 15 tahun dan sebelumnya selama sembilan tahun menjadi pegawai IMP, turut memiliki kepentingan finansial dalam usaha baru tersebut. Nama usahanya Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling, sebelumnya Drukkerij en Uitgeversbedrijf IMP.

Kantor Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling di Palembang bermandi cahaya di kala malam. Sumber: KITLV 91012 (digitalcollections.universiteitleiden.nl).

Perusahaan baru itu meneruskan penerbitan surat kabar yang kemudian dikenal sebagai Nieuwsblad voor de residenties Palembang, Djambi en Banka atau Palembangsch Nieuwsblad voor Zuid-Sumatra en Banka. Pada 1938 percetakan dan perusahaan surat kabar diperluas secara terbatas melalui pembelian mesin-mesin yang lebih modern. Sejak 1 April 1940, Palembangsch Nieuwsblad yang sebelumnya terbit beberapa kali seminggu ditingkatkan menjadi surat kabar harian. Pada Agustus 1940 Ebeling diberitakan telah 25 tahun menjadi warga Palembang, terhitung sejak kedatangannya pada 1915.

Selain surat kabar, Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling menerbitkan berbagai cetakan. Pada Oktober 1935 toko buku itu menerbitkan buku Fascisme en Christendom karya Mr. A. van Doorninck, pengacara di Palembang dan ketua cabang Christelijke Staatkundige Partij (CSP) di Hindia. Perusahaan juga menerbitkan kalender kantor, secara rutin. Kalender 1938 diberitakan berukuran besar, dicetak dengan warna jelas, serta memuat kalender bulan berjalan, bulan sebelumnya dan berikutnya, serta ruang memorandum. Pada 1951 perusahaan Ebeling masih tercatat menerbitkan kalender kantor untuk 1952, sedangkan pada 1955 kembali disebut memproduksi kalender untuk tahun berikutnya.

K. A. Ebeling (1889-1958) saat peringatan 25 tahun menjadi warga Kota Palembang tahun 1940. Sumber: Bataviaasch nieuwsblad, 23-08-1940

Kegiatan percetakan Ebeling mencakup pula pekerjaan penjilidan dan pembuatan kemasan khusus. Ketika Gubernur Jenderal Tjarda van Starkenborgh Stachouwer mengunjungi Palembang pada 7 Maret 1938, Gemeente Palembang menyerahkan album berisi foto-foto perkembangan kota sebagai cenderamata resmi. Album tersebut menggunakan sampul berbahan Palembangsch huwelijkskaïn berwarna biru dan emas, sedangkan penjilidan serta pembuatan kotak karton khusus untuk album dikerjakan oleh Drukkerij en Boekhandel K. A. Ebeling.

Karel August Ebeling tetap tercatat sebagai direktur perusahaan hingga masa setelah Perang Dunia II. Ia meninggal di Rotterdam pada 8 Februari 1958 dalam usia 68 tahun. Dalam berita kematiannya ia disebut sebagai Ridder in de Orde van Oranje-Nassau, yang dianugerahkan kepadanya pada tahun 1956.

Sumber pustaka:

Algemeen Handelsblad, 10-02-1958; Bataviaasch nieuwsblad, 03-01-1934, 10-12-1935, 18-12-1937, 08-03-1938, 23-08-1940; De Indische courant, 08-01-1934; Het nieuwsblad voor Sumatra, 31-12-1954; Java-bode, 29-12-1951, 31-12-1955; Nieuwe Utrechtsche courant, 21-10-1935; Soerabaijasch handelsblad, 24-12-1937; 15-12-1938. Westra, G. “N.V. Industriële Maatschappij Palembang”. Ingenieur in Indonesië, No. 2, November 1952; genealogieonline.nl; digitalcollections.universiteitleiden.nl;

Loading

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri