Oleh. Munasyaroh
Di sebuah rumah panggung sederhana di Desa Cempaka, Kabupaten OKU Timur, Sumatera Selatan, suara anak-anak terdengar bergantian membaca buku. Sesekali terdengar bunyi papan ketik komputer yang ditekan dengan penuh semangat. Pemandangan itu menjadi rutinitas di Taman Baca Masyarakat (TBM) Dok Koe Cempaka, sebuah ruang belajar yang membuktikan bahwa keterbatasan bukan alasan untuk berhenti mencerdaskan generasi.
TBM Dok Koe Cempaka berdiri pada 24 Agustus 2023 di bawah naungan Yayasan Cempaka Komering Mandiri. Gerakan literasi ini diprakarsai oleh Cik Ning, S.Pd., seorang pendidik yang prihatin terhadap minimnya akses bacaan dan ruang belajar kreatif bagi anak-anak desa. Pengelolaan sehari-hari kemudian dipercayakan kepada Hadi Sutarno, S.Psi., bersama enam orang relawan yang sebagian besar berprofesi sebagai guru.
Rumah panggung yang ditempati memang bukan bangunan milik sendiri. TBM masih menumpang di rumah pengurus. Namun, justru dari tempat sederhana inilah lahir semangat besar untuk menghadirkan pendidikan yang inklusif dan menyenangkan bagi masyarakat.
Saat ini TBM Dok Koe telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 1608044J0000001 dan terdaftar sebagai anggota Forum TBM Nasional dengan nomor anggota NA-FTBM.041224.11-3682. Keberadaan administrasi yang lengkap menjadi bukti keseriusan pengelola dalam membangun lembaga yang profesional.
Membaca Sekaligus Mengetik
Ada satu program yang membuat TBM Dok Koe berbeda dari kebanyakan taman bacaan lainnya. Anak-anak tidak hanya membaca buku, tetapi juga langsung mengetik kembali materi yang mereka baca menggunakan komputer.
Konsep sederhana ini menghubungkan tiga kemampuan sekaligus, yaitu membaca, menulis, dan mengoperasikan komputer. Melalui metode tersebut, anak-anak tidak sekadar memahami isi bacaan, tetapi juga mulai mengenal keterampilan digital yang akan sangat mereka butuhkan di masa depan.
TBM menyediakan tujuh unit komputer yang dimanfaatkan secara bergiliran. Dengan cara ini, literasi tidak berhenti pada kebiasaan membaca, melainkan berkembang menjadi literasi digital yang aplikatif.
Meski berada di desa, koleksi bacaan TBM Dok Koe tergolong sangat baik. Sebanyak 3.400 buku fiksi maupun nonfiksi memenuhi delapan rak buku dan dua lemari penyimpanan. Buku-buku tersebut menjadi teman belajar anak-anak mulai dari usia sekolah dasar hingga pelajar tingkat menengah. Mereka bebas memilih bacaan sesuai minat, kemudian berdiskusi, menulis, atau mempresentasikan kembali apa yang telah dipelajari.
Bagi pengelola, buku bukan sekadar koleksi yang tersusun rapi di rak. Buku adalah jembatan yang menghubungkan anak-anak desa dengan dunia yang lebih luas. TBM Dok Koe percaya bahwa belajar tidak harus selalu berlangsung serius. Karena itu, berbagai kegiatan dikemas secara menyenangkan agar anak-anak betah datang ke taman baca.
Setiap hari Jumat, misalnya, diadakan kegiatan berbagi makanan yang dilanjutkan dengan lomba membaca maupun permainan edukatif. Momentum hari-hari besar nasional juga selalu diperingati melalui kegiatan literasi yang disesuaikan dengan temanya. Saat Hari Pendidikan Nasional, anak-anak mengikuti lomba membaca dan olahraga bersama. Ketika memperingati Hari Lahir Pancasila, mereka diajak mengikuti lomba membaca puisi serta pembacaan Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945.
Selain itu, tersedia pula kegiatan membaca nyaring, mendongeng, menulis cerita pendek anak, hingga menggambar bersama sebagai ruang berekspresi yang aman dan menyenangkan.
Pada malam hari, kegiatan mengaji rutin menjadi bagian penting dalam pembentukan karakter. Pengelola meyakini bahwa kecerdasan intelektual harus berjalan seiring dengan pembinaan akhlak dan nilai-nilai spiritual.
Menjadi Mitra Pendidikan di Desa
Keberadaan TBM Dok Koe tidak berjalan sendiri. Lembaga ini aktif bermitra dengan berbagai sekolah mulai dari SD, SMP, hingga SMK di wilayah Kecamatan Cempaka. Kelompok PKK desa dan kecamatan juga menjadi bagian dari jejaring kolaborasi yang terus dikembangkan. Bahkan, pemerintah desa memberikan kepercayaan kepada TBM Dok Koe sebagai pusat kegiatan Rumah Dilan PKK Kecamatan Cempaka, yang mewakili Kabupaten OKU Timur pada lomba tingkat Provinsi Sumatera Selatan. Kolaborasi tersebut memperlihatkan bahwa taman bacaan dapat berkembang menjadi pusat aktivitas masyarakat, bukan hanya tempat membaca buku.
Di balik berbagai capaian tersebut, TBM Dok Koe masih menghadapi sejumlah tantangan. Sarana dan prasarana masih terbatas. Pendanaan operasional belum memadai. Jumlah relawan pun masih sedikit dibandingkan kebutuhan pelayanan kepada masyarakat. Meski demikian, semangat para penggeraknya tidak pernah surut. Mereka percaya bahwa perubahan besar selalu dimulai dari langkah-langkah kecil yang dilakukan secara konsisten.
Perjalanan TBM Dok Koe masih sangat panjang. Ke depan, lembaga ini telah memperoleh izin untuk mengembangkan layanan menjadi Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM). Beberapa program yang sedang dipersiapkan antara lain kursus komputer, penyelenggaraan Paket B dan Paket C bagi anak putus sekolah, pemberian bantuan pendidikan bagi siswa serta mahasiswa berprestasi, hingga pengembangan pusat oleh-oleh khas lokal sebagai bentuk pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Semua program tersebut berangkat dari satu tujuan besar, yaitu melahirkan generasi Desa Cempaka yang kreatif, cerdas secara intelektual, sekaligus memiliki budi pekerti yang luhur. TBM Dok Koe membuktikan bahwa gerakan literasi tidak selalu lahir dari gedung megah atau fasilitas mewah. Sebuah rumah panggung sederhana pun mampu menjadi tempat tumbuhnya mimpi-mimpi besar.
Kunjungi dan Dukung TBM Dok Koe
Ingin mengenal lebih dekat berbagai kegiatan dan perkembangan TBM Dok Koe Cempaka? Ikuti media sosial resminya dan jadilah bagian dari gerakan literasi yang sedang tumbuh di Desa Cempaka.
Instagram: @menuju_pkbm_dok_koe
TikTok: @menuju.pkbm.dokkoe
Email: dokkoecempaka@gmail.com
Melalui media sosial tersebut, masyarakat dapat mengikuti berbagai aktivitas literasi, program belajar komputer, kegiatan membaca, lomba edukatif, hingga perkembangan menuju PKBM Dok Koe Cempaka. Dukungan, kolaborasi, maupun donasi buku dan sarana pendidikan juga sangat terbuka demi memperluas manfaat bagi anak-anak dan masyarakat Desa Cempaka.
![]()












