Oleh. Munasyaroh
Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Ilmu Taka hadir sebagai ruang belajar dan membaca bagi masyarakat Desa Salimbatu, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara. Berdiri pada 15 Juni 2024, TBM ini berupaya mendekatkan buku dan kegiatan literasi kepada anak-anak, terutama siswa sekolah dasar.
TBM Ilmu Taka memiliki visi menjadi pusat belajar bagi masyarakat, menumbuhkan minat membaca dan menulis, serta menumbuhkan kecintaan terhadap ilmu pengetahuan. Untuk mewujudkannya, berbagai kegiatan dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan dan kemampuan anak.
Secara kelembagaan, TBM Ilmu Taka terdaftar sebagai anggota Forum TBM dengan nomor 240124.01-4439. TBM ini juga telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 6504064J000001 dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia.
Berawal dari Kepedulian terhadap Anak-Anak
Gagasan mendirikan TBM berangkat dari pengalaman Diana, M.Pd. yang sejak remaja sudah dekat dengan kegiatan pendidikan. Ketika masih duduk di bangku SMA di Tarakan, ia memanfaatkan waktu libur untuk membuka bimbingan belajar sederhana bagi anak-anak di sekitar rumahnya di desa.
Setelah menjadi guru dan diangkat sebagai PNS pada 2009, Diana kemudian mendapat tugas di bidang struktural pada 2017 dan bekerja di Dinas Pendidikan. Pengalaman di bidang pendidikan, termasuk menangani urusan guru dan kurikulum, semakin memperkuat perhatiannya terhadap kebutuhan belajar anak.
Ia juga pernah mendapatkan pengalaman dari program kerja sama dengan lembaga dari Australia yang berkaitan dengan pemetaan kemampuan literasi anak di Bulungan. Pengetahuan tersebut kemudian diterapkan dalam pendampingan literasi dasar anak.
Di Desa Salimbatu, persoalan yang ditemui cukup sederhana tetapi penting. Anak-anak memiliki akses ke buku di sekolah, tetapi sebagian besar koleksinya berupa buku pelajaran. Buku cerita yang sesuai dengan usia dan kemampuan membaca anak masih terbatas.
Kondisi tersebut mendorong Diana mendirikan TBM Ilmu Taka. Pengelola kemudian berkoordinasi dengan Dinas Perpustakaan untuk mendapatkan tambahan koleksi bacaan.
Salah satu kegiatan rutin di TBM Ilmu Taka adalah membaca buku selama 15 menit. Anak yang sudah bisa membaca dapat memilih dan membaca buku sendiri. Sementara anak yang belum mampu membaca akan didampingi relawan dengan cara dibacakan buku.
Pendampingan membaca dan menulis juga dilakukan dengan pembelajaran berdiferensiasi. Anak dikelompokkan berdasarkan kemampuan, mulai dari mengenal huruf, mengenal kata, mengenal suku kata, membaca terbimbing, hingga membaca mandiri.
Dengan cara tersebut, anak tidak dipaksa mengikuti tahapan yang sama. Pendamping dapat memberikan bantuan sesuai kemampuan masing-masing.
Sebagian besar pengguna layanan TBM Ilmu Taka adalah anak kelas 1 sampai kelas 6 sekolah dasar. Selain membaca, mereka mengikuti berbagai kegiatan belajar dan aktivitas yang dikembangkan oleh pengelola bersama relawan.
1.000 Buku dari Perpusnas
Salah satu dukungan penting yang diterima TBM Ilmu Taka adalah bantuan 1.000 buku dari Perpustakaan Nasional Republik Indonesia pada periode 2024 sampai 2025. Selain koleksi tersebut, terdapat 56 buku milik pribadi pengelola. Dengan demikian, koleksi yang tersedia mencapai sekitar 1.056 buku.
Bertambahnya koleksi membuat kegiatan TBM semakin beragam. Buku tidak hanya dibaca di tempat, tetapi juga dibawa ke sekolah dan ruang publik melalui kegiatan Lapak 1000 Buku.
“Program kegiatan kami menjadi bervariasi, tidak hanya sekadar membaca di TBM. Kami bisa membawa buku-bukunya ke sekolah melalui program Lapak 1000 Buku di sekolah-sekolah atau di taman-taman yang ada di desa kami,” ujar Diana.
TBM juga memberikan penghargaan kepada anak-anak yang paling banyak membaca. Bagi pengelola, apresiasi tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga semangat anak dalam membaca.
Menurut Diana, 1.000 buku berarti tersedia 1.000 cerita dan 1.000 inspirasi yang dapat diperoleh anak-anak. Beragam bacaan juga memberi mereka lebih banyak pilihan untuk menemukan cerita sesuai usia dan kemampuan membaca.
Didukung 19 Relawan dan Berkolaborasi dengan Berbagai Pihak
Kegiatan TBM Ilmu Taka berjalan dengan dukungan 19 relawan dalam aktif. Sebagian diantaranya merupakan pelajar SMA. Para relawan membantu mendampingi anak-anak dalam kegiatan membaca dan belajar. Keterlibatan pelajar juga memberikan kesempatan kepada mereka untuk berkontribusi dalam kegiatan literasi di lingkungan sendiri.
Salah seorang relawan TBM Ilmu Taka bahkan berhasil meraih juara 2 Duta Cinta, Bangga dan Paham Rupiah (CBP) Kalimantan Utara tahun 2026.
Dalam menjalankan kegiatannya, TBM Ilmu Taka bekerja sama dengan sejumlah pihak. Di antaranya Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Bulungan, sekolah SD, SMP, dan SMA di Desa Salimbatu, Bank Indonesia melalui program Cinta, Bangga dan Paham Rupiah, serta pemerintah desa.
Kegiatan terbaru juga dilakukan bersama Bank Indonesia Kalimantan Utara melalui Action Project Komunitas. Kolaborasi tersebut membantu TBM mengembangkan kegiatan yang tidak hanya berkaitan dengan membaca buku, tetapi juga pendidikan dan kegiatan yang dibutuhkan masyarakat.
Berkegiatan dengan Fasilitas Sederhana
TBM Ilmu Taka belum memiliki bangunan sendiri. Kegiatan dilakukan dengan meminjam Balai Adat Desa Salimbatu. Bangunan tersebut juga digunakan untuk berbagai kegiatan masyarakat dan kelompok pemuda. Fasilitas yang tersedia masih sederhana, yaitu satu lemari buku dan beberapa alat permainan.
Pengelola juga menghadapi keterbatasan perangkat. TBM belum memiliki laptop atau komputer dan printer. Kebutuhan administrasi serta pembuatan bahan ajar masih mengandalkan perangkat milik warga. TBM juga belum memiliki pengeras suara. Ketika jumlah anak yang datang cukup banyak, kondisi tersebut membuat penyampaian arahan menjadi lebih sulit. Untuk kegiatan yang membutuhkan proyektor, pengelola masih menggunakan fasilitas milik desa.
Keterbatasan tersebut tidak menghentikan kegiatan TBM. Pengelola tetap memanfaatkan fasilitas yang tersedia dan mengandalkan dukungan masyarakat serta para mitra.
Upaya tersebut mendapat apresiasi dari Forum TBM Kabupaten Bulungan. TBM Ilmu Taka mendapatkan penghargaan sebagai TBM Teraktif.
Rencana Kegiatan Berikutnya
Kegiatan TBM Ilmu Taka akan terus dikembangkan. Salah satu rencana berikutnya adalah membawa program Lapak 1000 Buku ke SD Islam Terpadu. TBM juga merencanakan kunjungan ke sekolah SMP melalui kegiatan Edukasi Generasi Berencana (Genre). Selain kegiatan untuk anak sekolah, pengelola juga menyiapkan layanan bagi masyarakat yang masih mengalami buta huruf.
Bagi Diana, keberadaan buku fisik tetap memiliki peran penting dalam mendukung minat baca anak. Menurutnya, anak perlu memiliki kesempatan untuk memegang buku, melihat gambar, dan berinteraksi langsung dengan bahan bacaan.
Informasi kegiatan TBM Ilmu Taka dapat diikuti melalui Instagram @tbmilmutaka dan kanal YouTube TBM Ilmu Taka.
