Kabar  

Sahabat Cita Khatulistiwa Perkuat Pengerak Literasi Inklusif Bagi Masyarakat Ketapang

Oleh. Saufi*

Sebagai organisasi nirlaba, pegiat literasi dituntut mahir dan memiliki pengetahuan yang tinggi dan menjadi pengerak dalam menjalankan program prioritas Perpustakaan Nasional (Perpusnas) yakni Transformasi Perpustakaan Berbasis Inklusif Sosial (TPBIS) yang mengubah fungsi perpustakaan. Perpustakaan tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga pusat kegiatan, pemberdayaan, dan peningkatan keterampilan masyarakat demi kesejahteraan hidup.

Sepanjang tahun 2026 Komunitas Literasi Sahabat Cita Khatuliatiwa yang berdomisili di Kabupaten Ketapang telah bertransformasi sebagai lembaga literasi teraktif dan mendapat apresiasi dari pemerintah atas pelaksanaan program TPBIS. Lembaga ini juga kian aktif dan tercatat resmi baik di Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang, Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) serta mendapat legalitas penuh dari Pemerintah Daerah Kabupaten Ketapang.

Ketua TBM Sahabat Cita Khatulistiwa menerangkan kepada media massa pada Jumat (23/10) bahwa kehadiran lembaga literasi ini tidak lepas dari peran serta dari sumber daya penggerak baik anggota maupun relawan. Partisipasi aktif diberbagai program dan kegiatan telah banyak menghantarkan eksistensi lembaga ini dikenal luas masyarakat di Kabupaten Ketapang, terangnya
Sambung Marlina, TBM Sahabat Cita Khatulistiwa telah menjalin mitra strategis kepada Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang, Perguruan Tinggi, Sekolah, Organisasi Masyarakat Sipil, Organisasi Penyandang Disabilitas, organisasi keagamaan, Organisasi Kemahasiswaan dan Kepemudaan, bahkan lembaga filantropi dalam menjalankan berbagai program inklusif sosial, jelasnya

“Kerjasama ini menandai lembaga literasi ini sangat inklusif dalam menjawab tantangan kekinian yakni melakukan transformasi kearah pemberdayaan untuk kesejahteraan masyarakat”, tegasnya

Marlina menambahkan, dampak nyata dari peran lembaga literasi ini adalah aktif dalam penangganan masyarakat yang terdampak kebakaran hutan dan lahan yang terjadi di Kabupaten Ketapang yang merupakan daerah terparah di Provinsi Kalimantan Barat, sahutnya

“Aksi tanggap cepat merespon situasi Karhutla, adalah menggalang donasi kemanusian dan berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam penguatan dan pemberdayaan masyarakat di Kecamatan Jelai Hulu, Matan Hilir Utara, Matan Hilir Selatan, Delta Pawan dan Benua Kayong Kabupaten Ketapang dengan membagikan masker, 30.000 liter air bersih, 6.000 liter air minum, dan 100 paket sembako kepada wanita hamil, ibu menyusui, lansia dan kelompok perempuan yang terdampak Karhutla”, jelas Marlina

Pihaknya ini juga telah melakukan pemetaan terhadap warga terutama perempuan yang bergerak di bidang pertanian yang berdampak pada gagal panen akibat kekeringan lahan yang berkepanjangan di Kecamatan Matan Hilir Selatan Kabupaten Ketapang, ucap Marlina

“Tindak lanjut dari analisis pemetaan ini adalah dengan membuat mitigasi kebencanaan dan mendorong insentif program literasi terhadap kelompok rentan, diantaranya melakukan pendidikan dan pemberdayaan kepada kelompok muda dan perempuan dalam menghadapi krisis iklim di bidang pertanian”, harap Marlina

Selain itu, pihaknya juga aktif mendorong akses literasi melalui program wakaf al-quran berkolaborasi dengan mitra lembaga wakaf dan telah mendistribusikan sebanyak 10.000 al-quran kepada lembaga pendidikan, masjid, dan pondok pesanten yang tersebar di 20 Kecamatan di Kabupaten Ketapang, jelas Marlina

Tidak hanya sampai disini, relawan Sahabat Cita Khatulistiwa kini telah bergerak melakukan pendataan kepada balita terdampak Karhutla yang akan diberikan insentif makanan bergizi serta vitamin untuk menekan risiko ISPA dan diare, tambah Marlina

Sementara itu, dalam hal literasi sekolah pihaknya telah menjalankan program Membaca Nyaring (Read Aloud) kepada siswa Sekolah Dasar Negeri di Kecamatan Benua Kayong Kabupaten Ketapang. Program yang sudah berjalan sejak tahun 2024 ujar Marlina

“Sahabat Cita Khatulistiwa telah melibatkan banyak pihak dalam kegiatan di Festival Literasi Inklusif Tanah Kayong 2026, diantaranya lokakarya syair gulung, lokakarya alih suara dan lokakarya kuliner lokal khas Ketapang yang mendapat apresiasi dari Bunda Literasi Kabupaten Ketapang”, tegasnya

Marlina juga menjelaskan, TBM Sahabat Cita Khatulistiwa juga aktif sebagai peserta terpilih dalam berbagai kegiatan literasi yang diadakan baik secara luring maupun daring oleh Perpustakaan Nasional, Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat dan Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang

Beberapa kegiatan yang telah diikuti dan mendapat apresiasi adalah 1). Bimbingan Teknis Literasi Informasi bagi Pegiat Literasi di Kabupaten Ketapang, diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang pada tanggal 15 – 16 Juli 2026; 2). Bimbingan Teknis Pemberdayaan Komunitas Pengerak Literasi, diselenggarakan oleh Balai Bahasa Provinsi Kalimantan Barat pada tanggal 28- 29 Juli 2026; 3). Bimbingan Teknis Kepenulisan Berbasis Konten Budaya Lokal Kabupaten Ketapang, diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang pada tanggal 30 Juli 2026; 4). Sosialisasi Pelestarian Naskah Kuno, diselenggarakan oleh Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Daerah Kabupaten Ketapang pada tanggal 27 Agustus 2026.

“Literasi bukan hanya soal meningkatkan pengetahuan namun juga terpenting memiliki kemauan dan tekad untuk berbuat lebih banyak dalam peningkatan kesejahteraan masyarakat di Kabupaten Ketapang”, tutup Marlina

Penulis: SaufiEditor: Heri
Exit mobile version