Kabar  

Gebr. Gimberg & Co

Oleh. Atep Kurnia

Gebroeders Gimberg en Compagnie atau Gebr. Gimberg & Co. didirikan di Surabaya pada 27 Desember 1858 oleh Simon Gimberg, Gerhardus Gimberg, dan Frederik Johannes Halewijn. Firma tersebut berfokus pada perdagangan buku, kertas, alat tulis, dan percetakan selama sepuluh tahun, terhitung sejak 1 Januari 1859. Halewijn memperoleh kewenangan untuk menjalankan usaha perusahaan di Hindia Belanda.

Simon Gimberg lahir pada 1830. Ia tinggal di Surabaya sejak 1854 dan terlibat dalam perdagangan, percetakan, serta penerbitan. Mulanya, Gebr. Gimberg & Co. mengembangkan usaha perdagangan buku dan musik, percetakan, litografi, penjilidan, penyediaan berbagai perlengkapan kantor, termasuk menyediakan jasa pengukiran dan pembuatan cap notaris sesuai ketentuan pemerintah. Perusahaan turut mengelola taman baca yang menyewakan buku dalam empat bahasa.

Sejak 1 Januari 1869, Firma Gebroeders Gimberg en Compagnie diusahakan oleh Simon Gimberg. Sumber: Javasche courant, 09-02-1869.

Gebr. Gimberg & Co. menerbitkan surat kabar berbahasa Melayu Bientang Timoor (kemudian Bintang Timor). Nomor percobaannya terbit pada 10 Mei 1862, sedangkan penerbitan reguler dimulai pada 1 Juli 1862 dengan J. Z. van den Berg sebagai redakturnya. Surat kabar tersebut sebelumnya didistribusikan melalui jaringan agen Selompret Melaijoe untuk wilayah Jawa Timur. Sasaran pembacanya terutama pada saudagar di Jawa Timur, dengan persebaran hingga daerah Jawa, Sumatra, dan Makassar.

Pada 1868, Bintang Timor terbit setiap Rabu dan Sabtu dalam empat halaman. Harga langganan tahunannya sebesar 15 gulden untuk Surabaya dan 17 gulden untuk pelanggan di luar Jawa. Redaktur yang tercatat antara lain L. Magniez dan O. Th. Schutz. Isinya mencakup berita Surabaya, Hindia, Singapura, Eropa, dan Tiongkok, serta informasi perdagangan, pemerintahan, dan persoalan sosial. Pada 1869, redaksi membuka kesempatan kepada koresponden daerah untuk mengirimkan berita dan artikel dengan imbalan langganan gratis selama mereka secara teratur menyumbangkan tulisan.

Pada 31 Desember 1868, firma Gebroeders Gimberg en Compagnie dibubarkan tanpa perpanjangan kontrak. Simon Gimberg mengambil alih seluruh hak, kewajiban, serta aset bergerak dan tidak bergerak perusahaan. Mulai 1 Januari 1869, ia meneruskan kegiatan usaha dengan nama Gebr. Gimberg & Co. Kegiatan tersebut meliputi perdagangan buku dan perlengkapan kantor, percetakan buku, litografi, penjilidan, serta pembuatan kertas bergaris. Pada tahun yang sama, perusahaan menerbitkan berbagai karya, termasuk buku-buku dan majalah yang dipasarkan melalui jaringan perdagangan buku di Hindia dan Belanda.

Produk cetak yang dihasilkannya antara lain ada Indische Opmerker (mingguan yang membahas perdagangan dan industri di Hindia), De Bazar (majalah bergambar mengenai mode dan kerajinan tangan, antara 1869-1873), dan peta kota dan daerah sekitar Surabaya (1866) karya I. W. A. Roessner. Dalam bidang penerbitan buku, perusahaan menghasilkan karya mengenai pertanian, kesehatan, administrasi, pendidikan, sastra, dan persoalan sosial, termasuk De Tabaks-kuituur op Java (1870) dan De Vlugt van den pseudo Graaf von Attems naar waarheid geschetst door den handelenden persoon zeiven.

Di Jawa Timur, Gebr. Gimberg & Co. mengembangkan kegiatan percetakan dan penerbitan di Probolinggo dan Pasuruan. Perusahaan menangani penerbitan Nieuws- en Advertentieblad voor Probolingo en Omstreken, yang terbit sejak Oktober 1874 hingga 29 Juni 1895. Keterlibatan percetakan Gimberg tercatat pada 01-06-1883 sampai 28-10-1884. Pada 1878, perusahaan juga merencanakan penerbitan Algemeen Advertentieblad voor Soerabaia, Oosthoek en Buitenbezittingen, surat kabar iklan yang dirancang terbit tiga kali seminggu dan dibagikan gratis sebanyak 4.000 eksemplar, terdiri atas 3.000 eksemplar untuk Jawa Timur dan 1.000 eksemplar untuk daerah luar Jawa. Isinya direncanakan mencakup iklan, jadwal kereta api dan kapal uap, serta cerita bersambung. Kepastian penerbitan rutinnya belum diketahui.

Pada 1 Agustus 1880, Gebr. Gimberg & Co. mengambil alih percetakan dan penerbitan De Oostpost di Pasuruan serta menghadirkan kembali E. F. J. J. van den Gheijn sebagai redaktur. Ch. Schemering Reelfs tercatat sebagai penulis artikel utama untuk De Oostpost dan Nieuws- en Advertentieblad voor Probolingo en Omstreken pada 1883-1884. Pada masa ini, perusahaan menerbitkan antara lain buku Lotgevallen van den Kantjil (1882) oleh F. L. Winter, buku pendidikan, perkeretaapian, kesehatan, dan administrasi pemerintahan.

Pada 1883, Simon Gimberg meninggal dunia di Den Haag. Keterlibatannya dalam usaha percetakan dan penerbitan di Hindia Belanda berlangsung hingga masa akhir kehidupannya. Pada 1884, kantor korespondensi perusahaan di Amsterdam tercatat berhubungan dengan kegiatan firma di Surabaya, Pasuruan, dan Probolinggo. Usaha Gimberg di Pasuruan berakhir pada 31 Desember 1884, bersamaan dengan berhentinya De Oostpost, sedangkan cabang Probolinggo dialihkan kepada P. Schuitemaker sekitar 1 November 1884.

Beberapa buku terbitan Gebr. Gimberg & Co. Sumber: digitalcollections.universiteitleiden.nl

Kondisi keuangan perusahaan memburuk akibat krisis ekonomi 1884, penurunan harga kopi dan gula, serta tunggakan pembayaran pelanggan. Pada 6 April 1886, Bintang Timor mengumumkan kesulitan keuangan perusahaan, disusul pernyataan kebangkrutan oleh manajer A. Johannes. Pada 24 Desember 1886, seluruh perusahaan beserta mesin cetak dan perlengkapan lainnya dilelang. Aset yang dilelang mencakup mesin cetak dan mesin litografi. Perusahaan beserta hak penerbitan Indische Opmerker dan Bintang Timor kemudian dibeli pengusaha Tionghoa Surabaya, Tjoa Tjoan Lok, seharga 24.600 gulden, dengan dukungan penjamin Tjoa Sien Hie dan Tjoa Tjoan King.

Pada 15 Juli 1887, Bintang Timor berganti nama menjadi Bintang Soerabaja dan diterbitkan sebagai harian. Gebr. Gimberg & Co. masih tercatat dalam kegiatan percetakan dan penerbitan berikutnya, termasuk rencana penerbitan surat kabar Katolik di Surabaya pada 1889. Pada Pameran Surabaya yang dibuka pada 28 Agustus 1892, perusahaan turut memamerkan bingkai potret Ratu Belanda beralaskan beludru dan dihiasi sulaman. Pada 1911, Bintang Soerabaja mencapai usia 50 tahun penerbitan. Surat kabar tersebut masih tercatat dalam daftar pers Hindia Belanda antara 1914-1918, dengan Gebr. Gimberg & Co. sebagai penerbitnya. Pada 1912, gedung perusahaan di Heerenstraat, Surabaya, yang ditempati penerbit Bintang Soerabaja, diberitakan telah dibeli Geo Wehry & Co. seharga 100.000 gulden untuk pembangunan gedung toko baru.

Daftar Pustaka:

BKI, 1879; 1883; Brinkman’s alphabetische lijst, 1886; De Bazar, 15-01-1869; 15-12-1873; De Indische Mercuur, 30-07-1912; De Locomotief, 27-01-1871; 25-08-1892; De Oostpost, 17-01-1865; 03-06-1865; Het regt in Nederlandsch-Indië, 1901; Java-bode, 09-07-1859; 27-08-1859; Javasche Courant, 13-07-1859; 09-02-1869; Koloniaal Tijdschrift, 01-01-1912; Makassaarsch Handels-blad, 28-07-1874; Nieuwsblad voor den Boekhandel, 06-11-1862; 26-11-1870; 16-01-1874; 16-01-1883; 01-02-1884; 18-04-1884; 18-05-1886; Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1895; 1914; 1918; Soerabaijasch Handelsblad, 28-08-1883; Adam, Ahmat B. The Vernacular Press and the Emergence of Modern Indonesian Consciousness (1855-1913), 1995; Germorshuizen, Gérard. Journalisten en heethoofden: Een geschiedenis van de Indisch-Nederlandse dagbladpers 1744-1905, 2001; genealogieonline.nl; digitalcollections.universiteitleiden.nl.

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri
Exit mobile version