Oleh. Bonni Febrian*
PALANGKA RAYA, — Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah terus memberikan dampak terhadap masyarakat. Kondisi terparah dilaporkan terjadi di Kota Palangka Raya, Kotawaringin Timur, dan Pulang Pisau, sementara dampak kabut asap juga dirasakan hampir merata di sejumlah kabupaten lainnya di Kalteng.
Kebakaran masif di kawasan lahan gambut tersebut berdampak pada munculnya kabut asap yang membahayakan kesehatan. Dalam kurun waktu lebih dari satu bulan terakhir, asap dari pembakaran lahan gambut menyelimuti sejumlah permukiman dan mengganggu aktivitas masyarakat.
Kelompok masyarakat yang rentan, seperti balita, anak-anak, perempuan hamil, lansia, serta warga dengan riwayat penyakit, menjadi pihak yang paling membutuhkan perhatian akibat kondisi tersebut.
Sebagai salah satu langkah pencegahan terhadap dampak kabut asap, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah juga telah mengeluarkan surat edaran kepada instansi pendidikan untuk melaksanakan pembelajaran jarak jauh (PJJ) guna mengurangi paparan kabut asap terhadap anak-anak.
Di tengah kondisi tersebut, sejumlah komunitas masyarakat mengambil inisiatif untuk bergerak bersama. Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah, Forum TBM Kota Palangka Raya, dan Relawan Literasi Masyarakat menggandeng komunitas lain yang memiliki kepedulian terhadap kondisi kesehatan, lingkungan, dan kemanusiaan di Kalteng.
Kolaborasi tersebut kemudian membentuk grup koordinasi bertajuk “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah”, sebagai gerakan bersama peduli kebakaran hutan dan lahan gambut serta para pejuang yang berupaya menjaga langit tetap biru.
Sejumlah anggota dan pegiat Forum TBM Kalimantan Tengah juga turut terlibat langsung dalam gerakan bersama tersebut. Keterlibatan mereka berjalan bersama relawan dari komunitas lainnya dalam memberikan pelayanan dan dukungan kepada masyarakat terdampak.
Posko Kesehatan Gratis dan Edukasi Karhutla
Kegiatan pertama gerakan “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah” berupa Posko Kesehatan Gratis dan Sosialisasi Edukasi Karhutla bagi warga Kota Palangka Raya.
Kegiatan yang dipusatkan di Aula Kantor Kecamatan Jekan Raya tersebut berkolaborasi dengan Kecamatan Jekan Raya dan empat kelurahan, yakni Kelurahan Palangka, Bukit Tunggal, Menteng, dan Petuk Ketimpun, serta posko BPBD Kota Palangka Raya/BNPB Kalteng.
Dukungan juga diberikan oleh Bunda Literasi Kota Palangka Raya, Avina Fairid Naparin, yang diwakili Wakil Wali Kota Palangkaraya, Dr. Hj. Merty Ilona, S.P., M.P., melalui sumbangan nasi kotak dan air mineral.
Posko menyasar warga yang terdampak kabut asap, komunitas masyarakat peduli api, serta tim pemadam di kawasan sekitar.
Selain membagikan masker medis secara masif, posko menyediakan berbagai fasilitas dan layanan medis darurat secara gratis.
Layanan tersebut meliputi pemeriksaan kesehatan umum untuk membantu menangani keluhan seperti gejala Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), iritasi mata, dan pusing akibat paparan kabut asap.
Posko juga menyediakan layanan bantuan oksigen, berupa penyediaan tabung oksigen dan masker gratis, terutama bagi lansia, anak-anak, serta warga yang mengalami sesak napas.
Tim medis yang terdiri dari dokter hingga apoteker juga diturunkan untuk memberikan layanan terkait obat-obatan dan vitamin, termasuk distribusi obat, layanan rawat jalan, serta vitamin untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh.
Dukungan lainnya berupa konsumsi dan makanan sehat, seperti nasi bungkus, telur, susu, minuman ion, air mineral, dan roti.
Edukasi Pencegahan dari Hulu
Sejalan dengan penanganan kesehatan dan dukungan logistik, tim gabungan juga menggelar sesi edukasi interaktif mengenai pencegahan Karhutla.
Edukasi difokuskan pada larangan membakar lahan secara sembarangan, dampak hukum pencemaran lingkungan, serta langkah penanganan awal apabila masyarakat menemukan titik api di sekitar tempat tinggal.
Penanggung jawab gerakan sekaligus Ketua PW Forum TBM Kalimantan Tengah, Yusy Marie, mengatakan keberadaan posko tersebut merupakan bentuk kepedulian masyarakat yang ikut merasakan dampak kabut asap.
“Kehadiran posko ini merupakan langkah nyata kami sebagai warga Palangka Raya yang turut menjadi korban dan peduli, sebagai upaya melindungi kesehatan masyarakat sekaligus mengedukasi warga agar kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah dan ditangani. Upaya menekan angka ISPA harus berjalan seimbang dengan aksi pencegahan Karhutla dari hulu.”
Menurutnya, inisiatif bersama seperti ini perlu terus dibangun dan dijaga agar masyarakat Kota Palangka Raya yang terdampak dapat memperoleh penanganan secara lebih cepat.
Bantuan untuk Tim Pemadam di Sejumlah Titik
Kegiatan pertama tersebut direncanakan berlangsung sekitar dua jam, mulai pukul 08.00 hingga 10.30 WIB, dengan sasaran sekitar 100–150 warga dan tim pemadaman yang membutuhkan penanganan medis maupun edukasi lingkungan.
Selain pelayanan di posko, bantuan logistik juga diberikan langsung kepada tim pemadam kebakaran di sejumlah titik terjadinya kebakaran, di antaranya pemakaman Islam, KM 12 Tjilik Riwut, sekitar Larossa Lingkar Luar, Jalan Akasia, Nagasari, UPR, dan kawasan Bandara Tjilik Riwut.
Gerakan tersebut mendapat dukungan dari para donatur serta 17 komunitas yang bergabung dalam “Dari Komunitas untuk Kalimantan Tengah”. Dukungan diberikan dalam berbagai bentuk, mulai dari dana, bahan dan alat kesehatan, konsumsi, transportasi, tenaga relawan, hingga kebutuhan logistik kegiatan.
Apresiasi juga disampaikan kepada pihak Kecamatan Jekan Raya, Camat Jekan Raya Untung Sutrisno, S.Sos., M.A.P., serta seluruh kelurahan yang turut mendukung kegiatan.
Sebanyak 17 komunitas yang tergabung dalam gerakan ini terdiri atas Forum TBM Kalteng dan Kota Palangka Raya, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI), Relawan Literasi Masyarakat, Huma Sarita Kalteng, Huma Literasi, Rumah Baca Bahijau Kalteng, Kalteng Cerdas, Dompet Dhuafa, PKY Foodies, Jum’at Berkah Palangka Raya, Ruang Bacaku, Serdadu Kaki Gunung, An Nahl Community, Ikatan Duta Bahasa Kalteng, Sekolah Rakyat Kalteng, dan Trouble Bikers Palangka Raya.
Melalui sinergi antara pemerintah, aparat, relawan, komunitas, dan peran aktif masyarakat, gerakan ini diharapkan dapat membantu meminimalkan dampak buruk paparan asap sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencegah Karhutla.
Dari komunitas untuk Kalimantan Tengah, bergerak bersama menjaga kesehatan masyarakat, mencegah Karhutla, dan menjaga langit tetap biru.
*Infokom PW Kalimantan Tengah
![]()












