PALANGKA RAYA,KALIMANTAN TENGAH– Forum Taman Baca Masyarakat (TBM) Kalimantan Tengah berkolaborasi dengan Read Aloud Kalimantan Tengah menggelar Training of Trainers (ToT) Read Aloud 2025 sebagai upaya memperkuat kapasitas pengelola TBM dan pegiat literasi dalam menghidupkan budaya membaca nyaring. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring pada 29–30 Desember 2025 ini diikuti 35 peserta dari berbagai kabupaten di Kalimantan Tengah. ToT Read Aloud 2025 dirancang untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia pegiat literasi, khususnya dalam pemanfaatan bahan bacaan bermutu yang bersumber dari Program 1.000 Buku Perpustakaan Nasional Tahun 2024/2025. Melalui pelatihan ini, peserta tidak hanya mempelajari teknik membaca nyaring, tetapi juga dipersiapkan menjadi fasilitator dan penggerak literasi di komunitas masing-masing.
Pembukaan kegiatan dihadiri Kepala Dinas Perpustakaan dan Arsip Daerah Provinsi Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari, perwakilan Balai Bahasa Kalimantan Tengah Kambang, S.Pd., Sekretaris Jenderal PP Forum TBM Heni Wahdatur Rohmah, Plt. Kepala Bidang Pelayanan Dispursip Kalteng Febrianto, serta para pegiat literasi.
Ketua PW Forum TBM Kalimantan Tengah Yusy Marie menyampaikan bahwa ToT Read Aloud merupakan bagian dari program strategis Forum TBM Kalteng untuk memperkuat gerakan literasi berbasis komunitas, membangun kapasitaspengelola TBM dan para pegiat literasi agar mampu meningkatkan minat dan budaya baca di lingkungan masing-masing. Menurutnya, kegiatan ini menjadi ruang pembaruan pengetahuan dan keterampilan bagi pegiat literasi, baik pemula maupun yang telah berpengalaman.
Pembukaan kegiatan dilakukan oleh Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Kalimantan Tengah Adiah Chandra Sari yang menegaskan bahwa literasi tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga memahami dan memanfaatkan informasi untuk meningkatkan kualitas hidup, Ia menilai metode membaca nyaring sederhana, namun memiliki dampak besar bagi perkembangan anak, mulai dari memperkaya kosakata, menumbuhkan imajinasi, hingga membangun kedekatan emosional.
“Gerakan literasi jangan berjalan sendiri-sendiri dan tidak lagi senyap. Membaca harus menjadi budaya yang menyenangkan, baik melalui buku fisik maupun platform digital,agar literasi Kalimantan Tengah terus menigkat” ujarnya.
Dukungan yang sama juga disampaikan Balai Bahasa Kalimantan Tengah. Kambang, S.Pd Kepala Subbagian Umum mengapresiasi konsistensi komunitas literasi yang terus bekerja di akar rumput. Ia menilai ToT Read Aloud memiliki peran strategis dalam menanamkan kecintaan membaca dan membangun karakter anak di tengah tantangan era digital.
“ Kami dari Balai Bahasa Kalteng mendukung penuh kolaborasi lintas komunitas dan lembaga dalam memperkuat ekosistem literasi daerah, saya harap para peserta ToT dapat menjadi pelatih dan agen literasi di lingkungan masing-masing, sehingga manfaat kegiatan ini dapat dirasakan secara luas dan berkelanjutan” katanya.
Sementara itu Sekjen PP Forum TBM Heni Wahdatur Rohmah menekankan perubahan peran pengelola TBM sebagai pendamping aktif anak dalam membaca. Menurutnya, metode read aloud terbukti secara riset mampu memperkuat proses literasi anak, terlebih dengan dukungan ribuan buku yang telah diterima TBM melalui program advokasi Forum TBM.
“Saat ini bukan lagi waktunya menyuruh anak membaca, tetapi bagaimana temen-temen TBM menjadi pendamping yang membersamai anak-anak dalam proses membaca” ungkapnya.
Heni juga menyinggung program distribusi ribuan buku yang telah diterima sejumlah TBM sejak tahun 2024 hingga 2025, menurutnya,modal literasi tersebut perlu dihidupkan melalui praktik membaca nyaring yang kontekstual dan relevan dengan lingkungan setempat.
PP ForumTBM menyampaikan apresiasi kepada PW Forum TBM Kalimantan Tengah, Komunitas Read Aloud Kalimantan Tengah, Balai Bahasa,Pemerintah Daerah melalui Dispursip, serta para mitra yang selama ini terus mendukung gerakan liteasi di tengah berbagai kesibukan.
Pelatihan ini menghadirkan narasumber utama Roosie Setiawan, founder ReadingBugs/Komunitas Read Aloud Indonesia, yang membekali peserta dengan materi dan praktik membaca nyaring secara komprehensif dan aplikatif. Di Kalimantan Tengah, gerakan Read Aloud terus dikampanyekan melalui kolaborasi dengan komunitas, TBM, dan lembaga terkait. Melalui ToT Read Aloud 2025, Forum TBM Kalimantan Tengah dan Read Aloud Kalimantan Tengah berharap terbangun jejaring pelatih membaca nyaring yang solid dan berkelanjutan. Sinergi ini diharapkan mampu menggerakkan literasi dari keluarga, komunitas, hingga desa, sehingga budaya membaca tumbuh kuat dan berdampak nyata bagi masyarakat Kalimantan Tengah.
![]()












