Kabar  

Forum TBM Sosialisasikan Temu Pegiat TBM Nasional 2026

Oleh. Munasyaroh

Pengurus Pusat Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) menggelar Sosialisasi Temu Pegiat TBM Nasional 2026 secara daring melalui Zoom Meeting, Minggu (30/8/2026). Sosialisasi ini menjadi bagian dari persiapan pelaksanaan Temu Pegiat TBM Nasional 2026 yang akan berlangsung di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan Ibu Kota Nusantara (IKN).

Temu Pegiat TBM Nasional 2026 merupakan pelaksanaan yang kedua setelah sebelumnya sukses digelar di Magelang, Jawa Tengah, pada 2025. Melanjutkan semangat pertemuan sebelumnya, kegiatan tahun ini kembali menjadi ruang bagi pegiat Taman Bacaan Masyarakat dari berbagai daerah untuk bertemu, berbagi praktik baik, memperluas jejaring, dan membangun kolaborasi dalam gerakan literasi masyarakat.

Mengusung tema “Dari Beranda IKN, Merajut Kolaborasi, Menguatkan Literasi”, kegiatan ini diharapkan dapat mempertemukan berbagai pengalaman dan praktik gerakan literasi dari daerah. Sosialisasi diikuti oleh pengurus Pengurus Wilayah (PW), Pengurus Daerah (PD), serta pengelola TBM dari berbagai daerah.

Sosialisasi dilaksanakan untuk menyamakan pemahaman mengenai pelaksanaan kegiatan, mengkoordinasikan keikutsertaan delegasi daerah, serta menyusun strategi bersama dalam memfasilitasi keterlibatan pegiat TBM dari seluruh Indonesia.

Dalam pertemuan tersebut, Ketua Panitia Temu Pegiat TBM Nasional 2026, Heni Wardatur Rohmah, bersama Rahmad Azazi Rhomantoro, Ketua Pengurus Wilayah Forum TBM Provinsi Kalimantan Timur, menjelaskan sejumlah persiapan kegiatan.

Temu Pegiat TBM Nasional 2026 dijadwalkan berlangsung pada Jumat hingga Minggu, 6–8 November 2026. Kegiatan dimulai pukul 07.00 WITA hingga selesai dan mengambil lokasi di Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, dan IKN Nusantara.

Tiga Hari Berbagi Praktik dan Menguatkan Jejaring

Pada hari pertama, Jumat (6/11), peserta akan mengikuti registrasi, Ngapeh Inspirasi sebagai ruang berbagi praktik baik, serta diskusi bertajuk Ekosistem Gerakan Literasi Akar Rumpun bersama Perpustakaan Nasional dan DPR RI. Agenda dilanjutkan dengan Panggung Ekspresi dan Orientasi Camp Literasi.

Hari kedua, Sabtu (7/11), peserta akan mengikuti Napak Tilas Literasi ke Museum Mulawarman di Kutai Kartanegara. Peserta juga akan mengikuti diskusi Menyongsong Peradaban Nusantara di IKN bersama Badan Bahasa dan Otorita IKN. Rangkaian kegiatan hari kedua ditutup dengan Api Unggun Literasi.

Pada hari ketiga, Minggu (8/11), peserta akan mengikuti sejumlah workshop program TBM. Materi yang disiapkan meliputi resensi, cerita anak, feature, alat peraga edukasi, strategi membaca, dan public speaking. Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan penyampaian Komitmen atau Ikrar Nusantara dan penutupan.

Panitia menjelaskan bahwa konsep awal kegiatan menggunakan tenda sebagai tempat menginap di kawasan Taman Budaya Samarinda. Konsumsi peserta direncanakan menggunakan dana pendaftaran. Namun, panitia masih mengupayakan dukungan dari donatur untuk menyediakan konsumsi yang lebih baik bagi peserta.

Semangat Gotong Royong dan Biaya Mandiri

Temu Pegiat TBM Nasional 2026 mengedepankan semangat gotong royong dan pembiayaan mandiri. Peserta atau delegasi diharapkan menanggung biaya pendaftaran serta transportasi dari daerah asal menuju lokasi kegiatan dan sebaliknya.

Biaya pendaftaran ditetapkan sebesar Rp200.000 per orang, belum termasuk biaya transportasi. Peserta atau daerah yang ingin mencari dukungan sponsor dari pemerintah daerah, mitra, maupun pihak korporasi dipersilakan melakukan penggalangan dukungan sesuai kebutuhan.

Bagi delegasi yang membutuhkan surat permohonan dukungan keikutsertaan kepada instansi, lembaga, atau mitra di daerah masing-masing, Pengurus Pusat Forum TBM dapat menerbitkan surat tersebut berdasarkan permohonan.

Peserta Sampaikan Masukan

Sesi diskusi dalam sosialisasi berlangsung interaktif. Sejumlah peserta menyampaikan pertanyaan dan masukan terkait teknis pelaksanaan kegiatan.

Salah satunya disampaikan Kak Nova dari Kalimantan Tengah yang berencana membawa rombongan secara mandiri menggunakan bus. Karena rombongan tersebut terdiri atas anak berkebutuhan khusus (ABK), ia meminta panitia mempertimbangkan penyediaan penginapan harian agar kebutuhan rombongan dapat terakomodasi dengan baik dan tidak mengganggu peserta lainnya.

Masukan lain disampaikan Kak Yoga yang mengusulkan agar isu ekologis turut masuk dalam rangkaian acara. Menurutnya, isu lingkungan perlu mendapat ruang karena berkaitan dengan persoalan yang dekat dengan kehidupan masyarakat saat ini.

Menanggapi usulan tersebut, Kang Opik menyampaikan bahwa isu ekologis tetap akan diupayakan masuk dalam rangkaian kegiatan. Bentuknya dapat disesuaikan dengan konsep acara, seperti dongeng, pertunjukan, maupun bentuk kegiatan lainnya.

Kang Opik juga menjelaskan bahwa susunan acara masih dapat berubah sesuai kondisi dan situasi di lapangan. Namun, beberapa tokoh penting di bidang literasi telah mengkonfirmasi kehadirannya. Di antaranya Kepala Perpustakaan Nasional dan Kepala Badan Bahasa.

Sosialisasi yang berlangsung kurang lebih dua jam tersebut menjadi ruang awal untuk memperkuat koordinasi menuju Temu Pegiat TBM Nasional 2026. Berbagai masukan dari peserta akan menjadi bahan bagi panitia dalam mematangkan konsep dan teknis pelaksanaan kegiatan. Update terbaru tentang pelaksanaan Temu Pegiat TBM Nasional 2026 bisa dipantau di akun Instagram @temupegiattbm2026

Kegiatan sosialisasi kemudian ditutup dengan foto bersama.

Loading

Penulis: MunasyarohEditor: Heri