Kabar  

Drukkerij Klaarwater

Oleh. Atep Kurnia

Drukkerij Klaarwater merupakan percetakan yang tercatat pernah beroperasi di Purwokerto, Rangkasbitung, dan Yogyakarta, sejak 1916 hingga 1940. Keberadaan percetakan tersebut terkait erat dengan karier W.B. Klaarwater (1880-1945).

Willem Bernard Klaarwater lahir di Rotterdam, Belanda, pada 21 Juli 1880 sebagai putra Dirk Klaarwater dan Maria Johanna Jansen van Galen. Di Hindia, ia bekerja sebagai handelsemploye dan chef boekhouder. Pada 27 Oktober 1906 ia menikah dengan Nelly Risakotta di Semarang dan cerai di Yogyakarta pada 16 November 1911. Klaarwater kemudian menikah lagi dengan Dora Dieduksman di Yogyakarta pada 20 Februari 1913.

Jejak awal Klaarwater di dunia penerbitan dan percetakan tampak di Yogya dan Semarang. Pada 21 Maret 1912, ia tercatat sebagai agen De Expres di Yogya, sedangkan berita 1 Juli 1912 menyebutnya sebagai agen surat kabar yang sama di Semarang. Ia bekerja sebagai kepala percetakan Masman en Stroink di Semarang. Pada April 1913, ketika direncanakan pembentukan N.V. Drukkerij Midden-Java di Yogya, Klaarwater disebut sebagai calon direktur. Perusahaan itu direncanakan mengambil alih percetakan Midden Java milik Samwel, dengan modal f50.000, setelah rencana N.V. Eerste Djokjasche Stoomdrukkerij sebelumnya tidak terealisasi. Dalam berita, pengalaman Klaarwater sebagai kepala percetakan firma Masman en Stroink di Semarang menjadi salah satu dasar penunjukannya.

Perkembangan Drukkerij Midden-Java hanya sebentar. Dalam berita 14 Agustus 1913 disebutkan rapat pemegang saham N.V. Midden Java memutuskan untuk menghentikan usaha dan menarik kembali pesanan yang telah dikirim ke Eropa. Surat kabar Midden-Java pun berhenti terbit. Klaarwater kemudian mengambil inisiatif menerbitkan surat kabar baru bernama De Djokjasche Courant. Nomor pertamanya terbit sehari sebelum berita tersebut, sementara penerbitan berikutnya menunggu kedatangan mesin cetak dan huruf-huruf baru. Pada Maret 1914, jabatan Klaarwater sebagai redaktur De Nieuwe Midden-Java telah digantikan oleh J. L. A. Ramakers van Praag.

Iklan tentang surat kabar Serajoedal Post yang dicetak oleh Drukkerij Klaarwater di Purwokerto. Sumber: Bataviaasch nieuwsblad, 08-05-1916.

Klaarwater kemudian mengembangkan kegiatan percetakannya di Purwokerto. Jejak usahanya terlihat dalam iklan mengenai Serajoedal Post yang dipasang di Bataviaasch nieuwsblad edisi 8 Mei 1916. Menurut iklan, Serajoedal Post merupakan satu-satunya surat kabar berita dan iklan yang diterbitkan di sekitar Banyumas, dengan oplah lebih dari 1.000 eksemplar. Iklan tersebut mencantumkan Drukkerij Klaarwater sebagai percetakannya.

Namun, jejak Drukkerij Klaarwater hanya sebentar. Karena melalui berita bertanggal 28 Juni 1917, Klaarwater menyampaikan ucapan terima kasih kepada masyarakat Purwokerto. Ia menyatakan bahwa karena keberangkatannya ia tidak dapat berpamitan secara pribadi kepada teman, kenalan, dan para pelanggannya. Hal ini disusul berhenti terbitnya Serajoedal Post sebagaimana diberitakan pada 2 Juli 1917. Pada 5 Juli 1917 diwartakan bahwa Drukkerij Klaarwater, yang menerbitkan Serajoedal Post harus dilikuidasi dan bersama dengan percetakan itu, surat kabarnya pun ikut berhenti terbit.

Setelah periode Purwokerto, nama Klaarwater kembali berkaitan dengan kegiatan percetakan di Semarang. Pada 23 Mei 1922, De Expres memberitakan perselisihan hubungan kerja di Drukkerij Klaarwater. Perselisihan tersebut berkaitan dengan tuntutan tenaga penyusun huruf (zetterspersoneel) mengenai pemberian uang tambahan. Aksi mogok berlangsung di Drukkerij Klaarwater, diikuti pemogokan di Drukkerij Bisschop.

Surat kabar Pengharapan Banten, edisi 1 November dan 1 Maret 1924. Sumber: museummultatuli.id

Kegiatan Klaarwater selanjutnya berkembang di Banten. Di Rangkasbitung, Drukkerij Klaarwater menerbitkan sebuah periodik Melayu bernama Bantam, yang kemudian dikenal sebagai Pengharapan Banten. Mingguan tersebut ditujukan kepada penduduk Keresidenan Bantam dan memuat berita serta bacaan hiburan. Berita Bataviaasch Nieuwsblad pada 23 November 1923 menyebut Drukkerij Klaarwater sebagai penerbitnya dan menilai penyajian tipografinya baik serta isinya beragam.

Sumber lain mencatat Pengharapan Banten terbit setiap Sabtu dan berfungsi sebagai media berita serta iklan bagi Keresidenan Banten dan distrik-distrik di Lampung. Redaksinya terdiri atas W. B. Klaarwater, R. S. Prihatin, dan Entik. Sejak nomor 18 tahun 1923, penerbitannya dilakukan atas permintaan masyarakat pribumi dan menggunakan bahasa Belanda, Melayu, serta Sunda. Mulai Januari 1924, harga langganan dinaikkan dari f1 menjadi f1,50 per triwulan karena meningkatnya biaya penerbitan.

Drukkerij Klaarwater menerbitkan buku-buku berbahasa Melayu. Iklan dalam Pengharapan Banten edisi 16 Februari 1924 menyebut beberapa judul yang telah diterbitkan, antara lain Hoa Tian Kim Giok Yan, Atawa Perdjodoan Jang Loetjoe, Saja Poenja Laki, Atawa Djodo Poenja Keras, Lim Liong Tjay Atawa Satoe Anak Jang Dapet Membales Moesoeh Ajahnja, Njonja Tjan Hoei, Atawa Djadi Korbannja Goena-Goena, dan Perempuan Jang Di Tjinta! Atawa Kahimatan!

Dasawarsa 1920-an, kegiatan Klaarwater kembali terlihat di Yogya. Pada September 1928, Drukkerij Klaarwater terlibat dalam persoalan terhentinya penerbitan Midden-Java. J. L. A. Ramakers van Praag menyatakan bahwa percetakan Klaarwater telah ditutup sehingga surat kabar tersebut sementara tidak dapat diterbitkan. Klaarwater membantah pernyataan itu melalui edaran 10 September 1928 dan menyatakan bahwa percetakannya tetap beroperasi serta menerima pesanan dari pelanggan yang melakukan pembayaran.

Pada akhir September 1928, terbit De Kroniek van den Dag sebagai surat kabar keempat yang ada di Yogyakarta. Surat kabar tersebut berada di bawah redaksi O. D. Neumans dan dicetak oleh Drukkerij Klaarwater. Selain itu, dalam iklan tanggal 10 November 1928, Klaarwater disebutkan mengelola Boeken-, Brochure- en Propaganda-Depôt di Yogyakarta dari alamat Lempuyangan 79.

Ketika Dagblad Mataram dan Djokjasch Dagblad bergabung, sejak 1 Januari 1934 surat kabar tersebut diterbitkan dengan nama Mataram, waarin opgenomen het Yogyasch Dagblad. Drukkerij en Boekhandel BOB, yang sebelumnya menjadi penerbit dan percetakan Yogyasch Dagblad, tetap menjalankan kegiatannya dalam bentuk perseroan terbatas. Klaarwater, yang telah bertahun-tahun menjabat sebagai kepala percetakan, dipercaya menangani pimpinan operasional perusahaan di bawah pengawasan Joh. M. Grenzenberg. Pada akhir 1934, Drukkerij Klaarwater masih menawarkan jasa pencetakan kartu nama dan amplop di alamat Tugu 109.

Pada 1936, Drukkerij-Klaarwater tercatat dalam kegiatan Vereeniging van Radio-Amateurs en Luisteraars (Veral) di Yogya, terutama dalam pembahasan pencetakan program kegiatan organisasi. Pada 1937-1938, Drukkerij-Klaarwater kembali disebut dalam perkara hukum mengenai pengelolaan Djokjabode. Setelah surat kabar dan percetakan tersebut dialihkan dari Meyer Drees kepada N.V. Soerabaiasch Handelsblad en Drukkerij, kegiatan Drukkerij Klaarwater berada di bawah perusahaan baru tersebut. Dalam perkara itu, Klaarwater disebut sebagai pihak yang sebelumnya memimpin percetakan. Pada 1940, Drukkerij Klaarwater di Yogya masih tercatat sebagai agen Soerabaiasch Handelsblad dengan alamat Tugu 109.

W.B. Klaarwater meninggal dunia pada 28 Juli 1945 di Kamp 7, Ambarawa, dalam usia 65 tahun. Catatan Oorlogsgravenstichting menyebut profesinya sebagai chef boekhouder, sedangkan catatan Nationaal Archief memuat registrasinya dalam koleksi kartu interniran Jepang 1942-1945. Jenazahnya kemudian dimakamkan kembali di Nederlands Ereveld Menteng Pulo, Jakarta, pada Desember 1949. Pemberitahuan mengenai pemakaman kembali menyebut jandanya, D. Klaarwater-Dieduksman, serta keluarga J. J. W. Steffens-Klaarwater.

Sumber Pustaka:

Algemeen handelsblad voor Nederlandsch-Indie, 22-01-1936; Bataviaasch nieuwsblad, 08-05-1916; 22-06-1916; 05-07-1917, 23-11-1923; De Expres, 21-03-1912; 01-07-1912; 23-05-1922; De Indische courant, 29-09-1928; De Locomotief, 02-07-1917, 16-07-1917; 30-07-1917; 04-08-1936; 18-09-1939; De Nieuwe Vorstenlanden, 15-09-1928; De Preanger-bode, 05-03-1914; De Goede Tempelier, 10-11-1928; Genealogie Online, “Willem Bernard Klaarwater (1880-1945)”; Geneanet, “Willem Bernard Klaarwater”; Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië, 18-04-1913; 14-08-1913; 12-09-1928; 29-12-1933; Java-bode, 14-12-1949; Mufti Ali, “Gerakan Literasi di Banten (1900-1942): Sebuah Studi Pendahuluan”, Al Qalam, Vol. 29, No. 1, Januari-April 2012; museummultatuli.id; Overzicht van de Inlandsche en Maleisisch-Chineesche Pers, No. 49, 04-06-1923; Oorlogsgravenstichting, catatan Willem Bernard Klaarwater; Suryani, Ade Jaya, “Bantenese Authors and Their Works: A General Overview”, Al Qalam, Vol. 33, No. 1, Januari-Juni 2016; Soerabaijasch handelsblad, 13-06-1940; 20-02-1939.

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri
Exit mobile version