Oleh. Atep Kurnia
Levie Elkan van Dort (1837-1907) dikenal sebagai pemilik Pabrik Gula Maribaya dan penerbit surat kabar Advertentieblad voor Tegal en Omstreken, di Tegal, Jawa Tengah, antara 1884-1898.
Levie berlatarbelakang keluarga Yahudi Belanda. Ayahnya Elchaanan Simon van Dort, biasa dipanggil Elkan, lahir di Amsterdam pada 23 Juni 1808 dari keluarga Simon Leib van Dordrecht dan Judith Elkan Waterman. Ia menikah dengan Hilletje Mozes van Gelder di Muiden pada 12 April 1837, dan putra mereka, Levie Elkan van Dort, lahir pada 19 Oktober 1837.
Tidak lama kemudian keluarga ini berangkat ke Hindia Belanda dan menetap di Tegal, tempat Elkan mula-mula bekerja sebagai penjahit, kemudian sebagai pandai besi, serta menjalankan usaha toko. Ia beberapa kali mengiklankan penjualan toko, rumah, dan tanah, tetapi pada 1855 kembali berdagang hingga meninggal di Tegal pada 16 Januari 1857.
Saat itu Hilletje dan Levie masih tercatat berdomisili di Amsterdam. Levie baru berangkat ke Hindia pada 5 Mei 1857 dan tiba di Batavia 7 Oktober dengan Kapal Aldebaran. Di Tegal, Levie kemudian menggunakan nama Louis van Dort, meninggalkan identitas Yahudinya, menikah dengan Suus Canter Visscher pada 1863, dan memiliki tiga anak. Sekitar 1872 ia memimpin Pabrik Gula Maribaya, sekaligus aktif sebagai pemilik toko dan penerbit surat kabar iklan Tegal, hingga wafat pada 1907. Salah seorang cicit Levie adalah Wieteke van Dort (1943-2024), aktris, komedian, penyanyi, penulis, dan artis Belanda.
Versi lain menyebutkan Levie menjadi pemilik Suikerfabriek Maribaja yang dibangun pada 1875, bersamaan dengan Pabrik Gula Balapulang. Pendirian kedua pabrik tersebut berkaitan dengan Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM), yang mendanai perkebunan tebu untuk usaha gula tersebut. Pabrik Gula Maribaya berkembang sebagai salah satu perusahaan gula di kawasan Tegal.
Meski demikian, usaha tersebut tidak bertahan lama. Pada 14 Mei 1889 Java-bode memberitakan Pabrik Gula Maribaya akan ditutup pada Desember tahun itu. Kegagalan panen menyebabkan perusahaan mengalami kebangkrutan dan kegiatan pabrik berakhir pada akhir Desember 1889 dan berhenti beroperasi pada 1890. Dengan berakhirnya usaha gula tersebut, Levie kemudian mengalihkan kegiatannya ke bidang yang berbeda. Sekitar 1894 ia tercatat sebagai penerbit Advertentieblad voor Tegal en Omstreken, sedangkan pada 1903 ia telah menjadi pemilik toko di Tegal.

Kegiatan penerbitan Levie mulai tampak pada 1 Oktober 1884, ketika ia meluncurkan Advertentieblad voor Tegal en Omstreken edisi perdana. Harga langganan awal ditetapkan f7,50 untuk Tegal dan sekitarnya serta f8 di luar Tegal. Tarif iklannya berubah beberapa kali sesuai perkembangan penerbitannya.
Surat kabar ini dikenal pula dengan nama Tegalsch Lorretje. Berita sezaman menggambarkan penerbitnya sebagai Levie dan menjelaskan bahwa surat kabar tersebut tidak bermaksud memasuki wilayah politik. Programnya menyajikan “nieuwtjes” (berita-berita lokal) sekaligus menyediakan ruang bagi masyarakat untuk memasang iklan mengenai barang yang hendak dijual atau dibeli.
Awalnya surat kabar itu terbit dua kali sebulan, setiap tanggal 1 dan 15. Dalam perkembangannya, frekuensi penerbitan ditingkatkan. Selama sekitar satu tahun pertama surat kabar itu terbit dua kali sebulan. Sejak 1 Oktober 1885 menjadi mingguan, setiap Sabtu, dan mulai 6 Juli 1887 terbit dua kali seminggu, setiap Rabu dan Sabtu. Walaupun frekuensinya meningkat, ukuran surat kabar tersebut tetap sangat sederhana. Selama empat belas tahun kehidupannya, Advertentieblad voor Tegal en Omstreken pada dasarnya mempertahankan empat halaman kecil.

Pada 17 Agustus 1898 terbit nomor terakhir Advertentieblad voor Tegal en Omstreken (tahun ke-14 nomor 90). Kepada para pelanggan diberitahukan bahwa penerbitan untuk sementara dihentikan, tetapi penghentian tersebut ternyata bersifat permanen. Setelah itu Levie menjalani kegiatannya sebagai pemilik toko hingga menjelang akhir hidupnya. Ia meninggal di Tegal pada 22 Juli 1907.
Sumber pustaka:
Termorshuizen, Gerard. Journalisten en heethoofden: Een geschiedenis van de Indisch-Nederlandse dagbladpers, 1744–1905 (2001); Java-bode, 16 Desember 1863, 14 Mei 1889; De Locomotief, 14 Desember 1885; Regerings-almanak voor Nederlandsch-Indië, 1875, 1877; Rijnhart, Helmuth, “Wieteke van Dort”, ommerschans.org (2026); genealogieonline.nl; Instagram @tegalhistory.
![]()










