Oleh. Munasyaroh
Di Jalan Sirimau, Kelurahan Batu Meja, Kota Ambon, Provinsi Maluku, sebuah ruang sederhana terus menjadi tempat bertumbuhnya kegiatan literasi masyarakat. Ruang tersebut adalah TBM Siwalima Arika, taman bacaan masyarakat yang berdiri sejak 26 Juni 2022.
TBM Siwalima Arika didirikan sekaligus dikelola oleh Marco Stevyus Hetharia. Nama “Arika” memiliki makna giat atau cekatan. Makna tersebut menjadi semangat bagi pengelola untuk terus bergerak menghadirkan kegiatan membaca, belajar, dan berkarya bagi masyarakat.
TBM Siwalima Arika memiliki visi membantu meningkatkan literasi dan minat baca masyarakat di Kota Ambon, khususnya masyarakat di Batu Meja. Visi tersebut diwujudkan melalui penyediaan sarana belajar dan membaca yang menarik serta pendampingan kegiatan membaca dan belajar bagi generasi muda.
Secara kelembagaan, TBM Siwalima Arika tercatat sebagai anggota Forum Taman Bacaan Masyarakat dengan nomor keanggotaan 311024.11-3498. TBM ini juga telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) dari Perpustakaan Nasional RI: 8171024D0000001.
Berawal dari Keprihatinan terhadap Literasi
Kehadiran TBM Siwalima Arika berangkat dari kepedulian terhadap kondisi literasi masyarakat di Maluku. Data yang menjadi rujukan pengelola menunjukkan bahwa Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) Provinsi Maluku tahun 2025 sebesar 30,18 dan berada dalam kategori rendah. Sementara itu, Tingkat Gemar Membaca di Provinsi Maluku tahun 2025 mencapai 57,38 dan berada pada kategori sedang.
Kondisi tersebut menjadi salah satu alasan bagi TBM Siwalima Arika untuk mengambil peran di tingkat masyarakat. Pengelola melihat perlunya ruang yang dapat mendorong generasi muda untuk kembali meluangkan waktu untuk membaca dan belajar.
Hasil pengamatan pengelola di Kelurahan Batu Meja juga menunjukkan adanya tantangan dalam membangun kebiasaan membaca dan belajar generasi muda. Penggunaan gawai dan media sosial dapat membuat anak-anak lebih mudah terdistraksi apabila tidak digunakan secara bijak.
Situasi tersebut mendorong TBM Siwalima Arika untuk menghadirkan kegiatan yang lebih menarik. Anak-anak tidak hanya diajak membaca buku, tetapi juga mengikuti kegiatan mewarnai, membuat karya, menulis, berdiskusi, dan berbagai aktivitas kreatif lainnya.
Bagi pengelola, keberadaan komunitas literasi penting untuk menciptakan ruang yang ramah bagi generasi muda. TBM diharapkan dapat menjadi tempat bagi masyarakat untuk memperoleh akses bacaan sekaligus mengembangkan pengetahuan dan keterampilan.
TBM Siwalima Arika saat ini memiliki sekitar 2.000 judul buku. Koleksi tersebut menjadi salah satu sumber bacaan yang dapat dimanfaatkan oleh masyarakat. Layanan TBM terbuka bagi anak-anak, remaja, pemuda, dan masyarakat umum. Kegiatan rutinnya meliputi membaca buku, meminjam buku, dan mewarnai.
Dari sisi fasilitas, TBM Siwalima Arika memiliki rak buku, kursi, dan meja baca. Bangunan TBM masih menyatu dengan rumah milik orang tua pengelola. Keterbatasan fasilitas tidak menghalangi pengelola untuk menjalankan kegiatan. TBM terus berusaha menciptakan aktivitas yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat dan menarik bagi generasi muda.
Kreasi Literasi untuk Mengembangkan Kreativitas
Salah satu kegiatan unggulan TBM Siwalima Arika adalah Kreasi Literasi. Program ini dirancang untuk melatih kreativitas generasi muda melalui kegiatan literasi.
Peserta diajak mengembangkan imajinasi, membuat karya, dan belajar menulis cerita anak. Kegiatan tersebut biasanya dilaksanakan pada waktu libur sekolah.
Selain Kreasi Literasi, TBM Siwalima Arika memiliki program Seminar Literasi. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk sosialisasi dan diskusi mengenai literasi. Seminar dilaksanakan satu kali dalam setahun.
Ke depan, TBM Siwalima Arika juga menyiapkan sejumlah program. Beberapa di antaranya adalah menulis cerita anak, pelatihan manajerial komunitas literasi, bimbingan teknis menulis puisi, pelatihan membuat pop up book, dan seminar literasi.
Bertumbuh melalui Kolaborasi
Pengelolaan TBM Siwalima Arika dilakukan secara mandiri. Namun, ketika menyelenggarakan kegiatan berskala besar, Marco Stevyus Hetharia mengajak sejumlah teman untuk membantu. Mereka adalah Thilma Lewerissa, Nadya Talakua, Valen Hetharia, Gabriela Ririhena, Stela Tupan, Gabriel Sahulata, Marchiano Wenno, dan Auckland Pieris.
Selain mengandalkan dukungan relawan, TBM Siwalima Arika juga aktif membangun jejaring dengan berbagai lembaga dan komunitas. Mitra kegiatan TBM antara lain Balai Bahasa Provinsi Maluku, Perpustakaan Nasional RI, Komunitas Tunas Cengkeh, Komunitas Timur Menulis, Komunitas Jazirah, AMGPM, Dinas Perpustakaan Kota Ambon, dan Dinas Perpustakaan Provinsi Maluku.
Kolaborasi tersebut membuat kegiatan TBM dapat menjangkau ruang yang lebih luas. Kegiatan tidak hanya berlangsung di lokasi TBM, tetapi juga di sekolah dan ruang terbuka hijau. Salah satu kegiatan terbaru adalah Jazirah Dongeng, hasil kolaborasi dengan Komunitas Jazirah. Kegiatan mendongeng dilaksanakan di ruang terbuka hijau dan sekolah dasar.
TBM Siwalima Arika juga berkolaborasi dengan Komunitas Tunas Cengkeh melalui kegiatan Perpustakaan Berjalan atau Perpustakaan Mini di sekolah dasar.
Tetap Bergerak di Tengah Ancaman Longsor
Perjalanan TBM Siwalima Arika tidak terlepas dari berbagai tantangan. Salah satunya adalah kondisi akses jalan menuju lokasi TBM yang berada di area rawan longsor.
Menurut pengelola, longsor terjadi setelah saluran aliran air tersumbat ketika hujan deras. Air kemudian mencari celah dan mengikis struktur tanah. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan saluran air yang kerap tersumbat akibat sampah.
Ketika longsor menghancurkan akses jalan utama, pengelola bersama warga berupaya membuat jalan darurat dan menyambungkan kembali jalur yang terputus.
Meski menghadapi kondisi tersebut, lokasi TBM tetap dipertahankan karena berada di lingkungan tempat tinggal pengelola. Keberadaan TBM di lokasi tersebut dinilai penting untuk membantu anak-anak di sekitar memperoleh akses terhadap bacaan fisik.
Namun, gerakan TBM tidak terbatas pada satu lokasi. Ketika komunitas lain mengajak berkolaborasi, TBM Siwalima Arika turut bergerak ke sekolah dan ruang terbuka hijau.
Tantangan lain berasal dari keterbatasan waktu pengurus dan relawan. Masing-masing memiliki kesibukan sehingga tidak selalu dapat berkumpul secara lengkap. Karena itu, pengelolaan kegiatan dilakukan dengan menyesuaikan waktu dan sumber daya yang tersedia.
Mendapat Apresiasi atas Gerakan Literasi
Konsistensi TBM Siwalima Arika dalam mengembangkan kegiatan literasi mendapat apresiasi dari berbagai pihak. Pada 2025, TBM Siwalima Arika memperoleh Pendanaan Klub Berkawan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga. Kemudian pada 2026, TBM ini mendapatkan Apresiasi Komunitas Literasi dari Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa.
Apresiasi tersebut menjadi dorongan bagi pengelola untuk terus mengembangkan kegiatan literasi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Bagi TBM Siwalima Arika, literasi tidak hanya berkaitan dengan membaca buku. Kegiatan literasi juga menjadi ruang untuk mengembangkan kreativitas, keterampilan, dan keberanian anak-anak dalam menghasilkan karya.
Menjaga Akses Bacaan dari Batu Meja
Empat tahun perjalanan TBM Siwalima Arika menunjukkan bahwa gerakan literasi dapat tumbuh dari ruang yang sederhana. Sekitar 2.000 judul buku, kegiatan kreatif, jejaring komunitas, dan dukungan relawan menjadi bagian dari upaya mendekatkan bacaan kepada masyarakat.
Di tengah keterbatasan fasilitas, kondisi akses jalan, serta kesibukan pengurus dan relawan, TBM ini tetap berusaha membuka ruang bagi masyarakat untuk membaca, meminjam buku, belajar, dan berkarya.
Semangat tersebut sesuai dengan nama yang disandangnya. Siwalima Arika terus berupaya menjadi ruang literasi yang giat dan cekatan dalam melayani masyarakat.
Dari Batu Meja, Ambon, TBM Siwalima Arika terus memperluas gerakannya melalui kegiatan dan kolaborasi. Ke depan, berbagai program seperti menulis cerita anak, menulis puisi, membuat pop up book, pelatihan manajerial, dan seminar literasi diharapkan semakin memperkuat peran TBM sebagai ruang belajar masyarakat.
Informasi kegiatan TBM Siwalima Arika dapat diikuti melalui Instagram @siwalima_arika.
![]()












