Oleh. Amin Budi Utomo*
Jakarta, 11 Juli 2026 – Forum Taman Bacaan Masyarakat (Forum TBM) menggelar puncak peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-21 secara daring pada Sabtu (11/7). Mengusung tema “Menatap Masa Depan”, peringatan ini menjadi momentum refleksi perjalanan organisasi selama lebih dari dua dekade sekaligus memperkuat komitmen membangun gerakan literasi berbasis masyarakat melalui penguatan organisasi, perluasan kemitraan strategis, serta berbagai inovasi program literasi.
Kegiatan yang berlangsung melalui Zoom Meeting tersebut diikuti oleh pengurus pusat, pengurus wilayah, pengurus daerah, pengelola Taman Bacaan Masyarakat (TBM), pegiat TBM, serta mitra Forum TBM dari berbagai daerah di Indonesia. Suasana peringatan semakin semarak dengan pembacaan puisi oleh Najwa Arriyashi Wahab dari TBM Lautan Ilmu Larantuka, Flores Timur, Nusa Tenggara Timur, yang menghadirkan semangat literasi dan kecintaan terhadap budaya bangsa.
Rangkaian acara diawali dengan sesi refleksi yang disampaikan Ketua Umum Forum TBM, Opik, yang diwakili Heni Wardatu Rohmah selaku Sekertaris Jendral dan dipandu oleh Mawardah, Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Forum TBM Sumatra Utara. Dalam paparannya, Heni mengajak seluruh pengurus dan pegiat TBM menjadikan peringatan HUT ke-21 sebagai momentum untuk berhenti sejenak melakukan refleksi. Menurutnya, jeda tersebut bukan untuk berhenti melangkah, melainkan melihat kembali perjalanan organisasi, memastikan gerakan yang telah dibangun selama lebih dari dua dekade tetap berpijak pada nilai dan tujuan yang benar.
Mengusung semangat “Menatap Masa Depan”, refleksi tersebut menjadi ruang untuk mengevaluasi perjalanan Forum TBM sekaligus menyusun visi bersama dalam menghadapi tantangan di masa mendatang. Heni menegaskan bahwa Forum TBM saat ini bukan lagi sekadar ruang baca yang pasif menunggu pengunjung, melainkan telah berkembang menjadi organisasi yang aktif menggerakkan masyarakat melalui berbagai program literasi berbasis komunitas.
Ia memaparkan bahwa hingga April 2026 sebanyak 5.835 orang telah mendaftarkan diri sebagai anggota Forum TBM. Dari jumlah tersebut, 4.217 anggota telah terverifikasi, sementara proses validasi masih terus dilakukan oleh pengurus wilayah di berbagai daerah. Menurutnya, capaian tersebut bukanlah angka yang kecil dan menunjukkan perjalanan panjang yang telah dilalui Forum TBM.
Selain itu, Forum TBM kini telah memiliki kepengurusan di 37 dari 38 provinsi di Indonesia. Capaian tersebut menjadi modal sosial yang besar bagi organisasi untuk terus memperkuat jejaring pengelola TBM, relawan, pengurus daerah, dan pengurus wilayah dalam membangun gerakan literasi berbasis masyarakat.
Meski demikian, Heni mengakui masih terdapat tantangan dalam meningkatkan partisipasi seluruh anggota. Ia mengajak seluruh keluarga besar Forum TBM untuk terus belajar bersama, saling menguatkan, dan membangun kolaborasi agar organisasi semakin solid. Menurutnya, memasuki usia ke-21 tahun, Forum TBM telah memasuki fase kedewasaan organisasi. Jika sebelumnya organisasi berada pada tahap mencari bentuk, kini saatnya menentukan arah masa depan dengan tetap menjadikan pengalaman selama dua dekade sebagai pijakan untuk terus bertumbuh.
Selanjutnya, Forum TBM menggelar obrolan Forum TBM bertema “Forum TBM Menatap Masa Depan: Refleksi, Visi, dan Arah Gerakan Literasi Menuju Masa Depan”. Diskusi menghadirkan Hikmat Kurnia, Penasihat Pengurus Pusat (PP) Forum TBM, sebagai narasumber dan dipandu oleh Heni Wardatur Rohmah, Sekretaris Jenderal Forum TBM.
Dalam diskusi tersebut dibahas perkembangan gerakan literasi selama lebih dari dua dekade, tantangan yang dihadapi Taman Bacaan Masyarakat di berbagai daerah, serta pentingnya memperkuat kolaborasi, regenerasi, inovasi, dan kapasitas organisasi agar tetap relevan dengan kebutuhan masyarakat di masa mendatang.
Sebagai bagian dari upaya memperkuat tata kelola organisasi, Forum TBM menyelenggarakan sesi Penguatan Organisasi melalui Simulasi Aplikasi Pendaftaran Keanggotaan Forum TBM. Kegiatan ini menghadirkan Ahmad Ikhwan Susilo, Suhardi Aras, dan Masyithah sebagai narasumber.
Peserta diperkenalkan dengan sistem keanggotaan Forum TBM yang baru, termasuk simulasi penggunaan aplikasi pendaftaran anggota. Digitalisasi sistem ini diharapkan mampu meningkatkan efektivitas pendataan, memperkuat basis organisasi, serta mempermudah pelayanan keanggotaan di seluruh Indonesia. Antusiasme peserta ditinjukan oleh romlah PD Forum TBM Cirebon yang mengusulkan adanya pasar literasi sebagai etalase produk TBM kedepan.
Momentum penting lainnya dalam peringatan HUT ke-21 adalah penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Strategis antara Forum TBM dan Fakultas Pendidikan Bahasa dan Sastra (FPBS) Universitas Pendidikan Indonesia (UPI).

Penandatanganan dilakukan oleh Opik, Ketua Umum Forum TBM, bersama Dr. Sri Wiyanti, S.S., M.Hum. Kerja sama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat sinergi antara komunitas literasi dan dunia akademik. Melalui kemitraan tersebut, kedua belah pihak berkomitmen mengembangkan berbagai program bersama di bidang pendidikan, penguatan gerakan literasi masyarakat, peningkatan kapasitas pengelola TBM, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat.
Forum TBM juga menghadirkan inovasi dalam bidang literasi budaya melalui penayangan video “Dongeng 3 Bahasa” yang diadaptasi dari buku Transformasi Cerita Rakyat. Program ini menyajikan cerita rakyat dalam tiga bahasa sebagai media pembelajaran yang menarik sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat literasi budaya.
Melalui penayangan tersebut, Forum TBM mengajak masyarakat, khususnya anak-anak, untuk mengenal kembali kekayaan cerita rakyat Indonesia melalui pendekatan audiovisual yang lebih dekat dengan generasi masa kini. Penyajian dalam tiga bahasa diharapkan dapat memperluas akses pembelajaran bahasa sekaligus menumbuhkan apresiasi terhadap keberagaman budaya Nusantara.
Sebagai bagian akhir rangkaian diskusi, Forum TBM menggelar Obrolan Literasi bertajuk “Sinergi Literasi Sekuat Badak: Cerita Literasi Kita dari Banten”. Kegiatan diawali dengan pengantar dari Aris Munandar, Ketua Bidang Program dan Kemitraan Pengurus Pusat Forum TBM.
Diskusi menghadirkan Rudi Gunawan, Ketua PW Forum TBM Banten; Asep Saya Hidayat, Ketua PD Forum TBM Pandeglang; dan Wahyu Andito Putro Wibisono, Wakil Ketua Yayasan Tunas Bakti Nusantara, dengan dipandu Joanna Zettira dari Divisi Kemitraan PP Forum TBM.
Para narasumber berbagi pengalaman mengenai pengembangan gerakan literasi di Provinsi Banten, strategi membangun kolaborasi dengan berbagai pihak, pemberdayaan masyarakat melalui TBM, serta inovasi program yang lahir dari kebutuhan masyarakat setempat. Amin Budi Utomo menyampaikan pertanyaan soal apakah YTBN Pernah membuat kegiatan di Lampung utamanya daerah 3T. Sesi ini andito menyampaikan perihal kemitraan yang dikerjakan YTBN berdasarkan asesmen lapangan, baru membuat program, sehingga bantuan tepat sasaran. Melalui sesi ini, Forum TBM mengajak seluruh peserta untuk belajar dari praktik baik gerakan literasi daerah sebagai inspirasi dalam mengembangkan program-program literasi di berbagai wilayah Indonesia. Berbagi pengalaman antardaerah diharapkan dapat memperkuat jejaring, meningkatkan kapasitas organisasi, dan memperluas dampak gerakan literasi berbasis komunitas.

Menjelang berakhirnya rangkaian peringatan HUT ke-21, Forum TBM menghadirkan sesi Epilog “Menatap Masa Depan Bersama” sebagai ruang refleksi dan penguatan komitmen untuk terus mengembangkan gerakan literasi berbasis masyarakat.
Sesi ini menghadirkan Den Hasan, Divisi Program PP Forum TBM; Rendy Aditya Paraja, Ketua PW Forum TBM Kalimantan Utara; dan Judith Mervin Yeeun, Ketua PD Forum TBM Manokwari. Ketiganya menyampaikan pandangan mengenai pentingnya kolaborasi lintas daerah, penguatan organisasi, serta inovasi program sebagai bekal menghadapi tantangan gerakan literasi pada masa depan.
Rangkaian kegiatan kemudian ditutup dengan Doa Syukur dan Kebersamaan yang dipimpin oleh Kiki Masduki, Ketua PD Forum TBM Ciamis. Doa bersama menjadi ungkapan rasa syukur atas perjalanan Forum TBM selama 21 tahun sekaligus harapan agar gerakan literasi terus tumbuh, memberikan manfaat, dan menjangkau lebih banyak masyarakat di seluruh Indonesia.
Tema “Menatap Masa Depan” menjadi benang merah yang menyatukan seluruh rangkaian peringatan HUT ke-21 Forum TBM. Mulai dari refleksi perjalanan organisasi, diskusi mengenai arah gerakan literasi, penguatan tata kelola organisasi, penandatanganan kemitraan strategis dengan FPBS Universitas Pendidikan Indonesia, penguatan literasi budaya melalui Dongeng 3 Bahasa, berbagi praktik baik dari Provinsi Banten, hingga sesi epilog yang menghadirkan perspektif dari berbagai daerah, seluruh kegiatan mencerminkan komitmen Forum TBM untuk terus bertumbuh dan berkolaborasi.
Puncak peringatan yang berlangsung pada Sabtu, 11 Juli 2026, pukul 13.00–17.05 WIB, menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar pegiat TBM, dunia akademik, komunitas, dan mitra pembangunan. Memasuki usia ke-21 tahun, Forum TBM menegaskan tekadnya untuk terus menghadirkan gerakan literasi yang inklusif, adaptif, dan berkelanjutan. Sebagaimana semangat yang diusung dalam peringatan tahun ini, “Bersama, kita kuat. Bersama, kita melangkah. Bersama, kita menatap masa depan yang lebih baik.” Dengan semangat tersebut, Forum TBM optimistis terus menjadi penggerak literasi berbasis masyarakat demi terwujudnya Indonesia yang semakin literat, berdaya, dan berbudaya.
*Infokom PW Lampung
![]()












