Oleh. Munasyaroh
Di tengah tantangan akses terhadap bahan bacaan di wilayah kepulauan, Ada Rumah Literasi Cik Puan yang hadir sebagai ruang belajar yang menghidupkan gerakan literasi di Kabupaten Karimun, Provinsi Kepulauan Riau. Beralamat di Parit Benut II, Kelurahan Parit Benut, Kecamatan Meral, taman bacaan masyarakat ini berdiri di bawah naungan LKP Orang Hebat Melangkah Academy dan dikelola langsung oleh Suriyati, S.Sos. Sejak berdiri pada 17 Agustus 2022, Rumah Literasi Cik Puan terus berkembang sebagai ruang belajar yang terbuka bagi seluruh lapisan masyarakat. Komitmennya juga ditunjukkan melalui keanggotaannya sebagai bagian dari Forum TBM dengan Nomor Anggota Forum TBM 060222.10.2520 serta telah memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 2102044J0000002.
Rumah Literasi Cik Puan memiliki visi menjadi pusat penggerak literasi masyarakat yang inklusif, inovatif, dan berkelanjutan dalam membentuk generasi yang cerdas, kreatif, dan berdaya saing. Visi tersebut diwujudkan melalui berbagai misi, antara lain meningkatkan budaya baca dan kemampuan menulis masyarakat, mengembangkan literasi baca tulis, digital, numerasi, dan budaya, mendorong lahirnya karya kreatif, memperkuat kapasitas pegiat literasi, memanfaatkan teknologi digital, serta membangun kolaborasi dengan sekolah, pemerintah, dan masyarakat.
Bagi Suriyati, pendiri sekaligus pengelola, lahirnya Rumah Literasi Cik Puan berawal dari pengalaman pribadi ketika kembali ke kampung halamannya di Tanjung Batu Kundur setelah menyelesaikan pendidikan di Pekanbaru. Saat itu ia merasakan sulitnya memperoleh buku bacaan. Kios buku yang dahulu menjadi tempat favoritnya telah tutup. Pulau tempat tinggalnya bahkan tidak memiliki toko buku yang menyediakan buku baru. Membeli buku secara daring pun tidak mudah karena biaya pengiriman seringkali lebih mahal daripada harga bukunya.
Pengalaman tersebut menyadarkannya bahwa rendahnya budaya literasi tidak selalu disebabkan oleh kurangnya minat membaca. Banyak masyarakat belum memiliki akses yang memadai terhadap bahan bacaan berkualitas. Kondisi itu semakin diperparah oleh derasnya arus informasi digital yang belum diimbangi dengan kemampuan memahami, menyaring, dan menghasilkan informasi yang bermanfaat. Di sisi lain, kekayaan budaya lokal seperti pantun adat dan tradisi lisan perlahan mulai memudar.
Kepedulian tersebut mendorong Suriyati bersama beberapa rekannya mendirikan Forum Literasi Kundur pada tahun 2018. Mereka mengawali gerakan melalui arisan buku, lapak baca, dan diskusi literasi dengan saling berbagi koleksi buku. Pengalaman itu kemudian membawanya terpilih sebagai Instruktur Literasi Baca Tulis Nasional oleh Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 2019. Pengalaman tersebut semakin menguatkan keyakinannya bahwa gerakan literasi harus dibangun secara kreatif, kontekstual, dan berkelanjutan.
Setelah menikah dan menetap di Parit Benut, Kabupaten Karimun, Suriyati bersama suaminya mendirikan Rumah Literasi Cik Puan sebagai kelanjutan dari perjalanan panjang gerakan literasi yang telah dirintis sebelumnya. Rumah Literasi Cik Puan hadir sebagai ruang belajar yang tidak hanya mengajak masyarakat membaca, tetapi juga menulis, berpikir kritis, mengembangkan literasi digital, membangun komunikasi sosial, memperkuat karakter, serta meningkatkan kesadaran terhadap kesehatan mental.
Saat ini Rumah Literasi Cik Puan memiliki 1.464 koleksi buku yang dimanfaatkan oleh anak-anak, remaja, keluarga, hingga lansia. Bangunannya merupakan milik keluarga dengan ukuran 4 × 3 meter. Berbagai fasilitas tersedia untuk menunjang kegiatan belajar, antara lain tiga rak buku, dua puluh meja belajar, meja administrasi, papan tulis, serta tujuh permainan edukatif seperti Kartu Quartet Pengetahuan Umum, Ular Tangga Matematika, Puzzle Negara, Uno Flip, Uno Stacko, Puzzle Angka, dan Puzzle Abjad. Seluruh fasilitas tersebut dimanfaatkan sebagai media pembelajaran yang menyenangkan dalam berbagai program literasi.
Program yang dikembangkan pun cukup beragam. Rumah Literasi Cik Puan menyelenggarakan Program Literasi Baca Tulis Masyarakat, Literasi Keluarga, Literasi Sekolah, Literasi Sains, Festival Literasi, hingga berbagai kegiatan yang mengintegrasikan literasi digital dengan penguatan karakter peserta.
Dalam perjalanannya, Rumah Literasi Cik Puan masih menghadapi sejumlah tantangan. Keterbatasan relawan, koleksi buku yang perlu terus diperbarui, minat baca yang harus terus ditumbuhkan, keterbatasan sarana pendukung, akses internet, hingga kondisi cuaca menjadi tantangan yang dihadapi dalam menjalankan kegiatan.
Untuk mengatasinya, pengelola secara aktif membuka rekrutmen relawan, menyelenggarakan pelatihan, mengadakan program donasi buku, memperluas kerjasama dengan sekolah, perpustakaan, penerbit, Gramedia, pemerintah, perusahaan, komunitas, serta memanfaatkan media digital sebagai pendukung kegiatan pembelajaran. Langkah tersebut dilakukan agar keberlanjutan program tetap terjaga dan manfaatnya dapat menjangkau lebih banyak masyarakat.
Komitmen tersebut telah menghasilkan berbagai capaian. Rumah Literasi Cik Puan berhasil menyelenggarakan kegiatan literasi secara rutin dengan antusiasme masyarakat yang terus meningkat. Pengurusnya juga dipercaya menjadi narasumber dalam berbagai kegiatan literasi di Kabupaten Karimun. Selain itu, pengurus Rumah Literasi Cik Puan berhasil meraih berbagai prestasi, di antaranya terpilih sebagai Duta Pelajar Anti Narkoba Tahun 2025, peserta Bootcamp Gerak Dampak Academy Indika Foundation Tahun 2025, serta menjadi penulis aktif pada Simposium Nasional Pendidikan Nonformal dan Informal Tahun 2026. Hingga saat ini, Rumah Literasi Cik Puan juga telah menerbitkan empat buku hasil karya pengurus dan anggotanya.
Ke depan, Rumah Literasi Cik Puan berkomitmen menambah koleksi buku, mengembangkan kelas membaca, menulis kreatif, mendongeng, public speaking, pojok baca keliling, lomba literasi, penguatan literasi digital dan numerasi, serta membuka lebih banyak kesempatan bagi relawan muda untuk terlibat dalam gerakan literasi.
Semangat kolaborasi terus menjadi kekuatan utama Rumah Literasi Cik Puan. Salah satu kegiatan terbarunya adalah program “KETUK PINTU: Ada Apa Ya di Dalam?” yang dilaksanakan bersama OHM Academy, Relawan Literasi Masyarakat 2026, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karimun. Melalui tur perpustakaan, permainan literasi, eksplorasi koleksi buku, dan diskusi edukatif, kegiatan ini mengajak anak-anak dan remaja menjadikan perpustakaan sebagai ruang belajar yang menyenangkan sekaligus memperkuat ekosistem literasi di Kabupaten Karimun.
Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat berbagai program dan aktivitasnya, Rumah Literasi Cik Puan juga aktif membagikan informasi melalui akun Instagram @rumahliterasicikpuan. Melalui media sosial tersebut, berbagai kegiatan, karya, serta kolaborasi literasi didokumentasikan sebagai inspirasi bagi masyarakat luas. Dari sebuah ruang sederhana di Kabupaten Karimun, Rumah Literasi Cik Puan membuktikan bahwa gerakan literasi mampu membuka akses pengetahuan, melahirkan karya, memperkuat karakter, dan menjaga warisan budaya untuk generasi mendatang.
![]()












