Nalar  

Drukkerij Polychroom

Oleh. Atep Kurnia

Drukkerij Polychroom adalah percetakan di kawasan perdagangan Chineesche Voorstraat (Jalan Karet), Surabaya, antara 1912 hingga 1931. Percetakan ini melayani beragam pekerjaan percetakan komersial, percetakan seni (kunstdrukkerij), serta perdagangan buku, kertas, dan perlengkapan kantor.

Pendirinya adalah Thomas Johannes Bernardus Zeeman (Th.J.B. Zeeman) atau B. Zeeman. Ia lahir di Banyubiru, Semarang, Jawa Tengah, pada 29 Maret 1873 sebagai anak Angelus Jacobus Zeeman (1834–1906) dan Johanna Elisabetha Dammers (1850–1917). Meski lahir di Hindia Belanda, pendidikan menengahnya ditempuh di Negeri Belanda. Pada 1891 namanya tercatat sebagai murid Hoogere Burgerschool (HBS) lima tahun di Den Haag yang naik dari kelas dua ke kelas tiga. Pada 1893, ia kembali tercatat lulus ujian kenaikan kelas menuju tingkat berikutnya.

Setelah tamat HBS, Thomas kembali ke Hindia Belanda. Daftar penumpang kapal uap Oengaran mencatat keberangkatannya dari Rotterdam menuju Hindia Belanda pada Maret 1895.

Keterlibatannya di dunia percetakan tercatat pada 1912. Saat itu dilakukan pembentukan perseroan terbatas N.V. Boek-, Kunst- en Handelsdrukkerij Polychroom. Pembentukannya diumumkan di Javasche Courant edisi 20 September 1912 dan dimuat kembali dalam De Indische Mercuur edisi 29 Oktober 1912. Modal usahanya sebesar 60.000 gulden yang terbagi atas 60 saham dengan nilai nominal masing-masing 1.000 gulden. Th. J.B. Zeeman sebagai direktur, sedangkan V. de Wilde dan Lie Kim Tjhing sebagai komisaris. Jangka waktu usahanya 75 tahun. Pada 1914 pemerintah Hindia Belanda mengesahkan perubahan anggaran dasar perusahaan melalui keputusan gubernemen mengenai perubahan statuta N.V. Boek-, Kunst- en Handelsdrukkerij Polychroom.

Anggaran dasar perusahaan menetapkan bidang usaha yang cukup luas. Selain usaha percetakan umum dan percetakan seni, Drukkerij Polychroom memproduksi stempel dan bingkai, memperdagangkan hasil chemigrafi, buku, hasil percetakan, kertas, alat tulis, serta berbagai perlengkapan kantor. Kegiatan tersebut dilengkapi usaha lain yang masih berkaitan dengan industri percetakan. Berbagai iklan yang dimuat di surat kabar menunjukkan Drukkerij Polychroom menerima pesanan aneka barang cetakan (drukwerk) dengan penekanan pada kualitas hasil cetak yang rapi serta pelayanan spoedwerk, yaitu penyelesaian pekerjaan percetakan secara cepat.

Drukkerij Polychroom berkantor di Chineesche Voorstraat No. 14. Dalam berbagai iklan yang terbit antara 1922 hingga 1931, alamat tersebut dicantumkan secara konsisten bersama nomor telepon 1000 Noord, yang kemudian disingkat Telefoon SN.

Sepanjang dekade 1910-an hingga awal 1920-an, Drukkerij Polychroom berkembang menjadi salah satu perusahaan percetakan besar di Surabaya. Aktivitas perusahaan tercermin dari berbagai iklan lowongan kerja yang dimuat secara berkala untuk merekrut tenaga-tenaga terampil, antara lain boekhouder (akuntan), letterzetter (penyusun huruf), dan zetter-vakman (juru cetak).

Nama Drukkerij Polychroom beberapa kali muncul dalam pemberitaan mengenai kondisi industri percetakan di Surabaya. Pada 1920, saat terjadi gelombang pemogokan pekerja percetakan, Drukkerij Polychroom bersama Drukkerij Plantijn memilih menaikkan upah pekerjanya sebelum aksi mogok meluas ke lingkungan perusahaan mereka. Tahun 1921, nama Polychroom kembali disebut dalam berita perpindahan tenaga kerja antarperusahaan percetakan di Surabaya bersama Van Dorp, Führi, Plantijn, dan Van Ingen. Pada 1922, saat aksi lock-out terhadap para tipografer, Drukkerij Polychroom diberitakan tetap menjalankan kegiatan usahanya.

Menjelang akhir 1922, kondisi keuangan Drukkerij Polychroom mulai mengalami tekanan. Pada Desember 1922 diberitakan Firma Alpamy mengajukan penyitaan terhadap Drukkerij Polychroom karena piutang sebesar 120.000 gulden yang berkaitan dengan pengadaan kertas. Dalam laporan yang sama disebutkan persediaan kertas perusahaan sebelumnya telah dijadikan jaminan kepada Uniebank yang juga memiliki tagihan dalam jumlah besar. Meski menghadapi penyitaan, kegiatan percetakan dilaporkan masih tetap berlangsung.

Kesulitan keuangan berlanjut pada akhir 1920-an. Pada 20 Februari 1928, Raad van Justitie Surabaya menyatakan Th.J.B. Zeeman, sebagai direktur N.V. Drukkerij Soerabaia voorheen Polychroom, berada dalam keadaan pailit. Dalam beberapa dokumen namanya juga dicatat sebagai B. Zeeman. Proses kepailitan berlangsung selama beberapa tahun hingga pada 31 Maret 1931 diumumkan daftar pembagian akhir telah memperoleh kekuatan hukum sehingga proses kepailitan dinyatakan berakhir.

Setelah mengalami kesulitan keuangan, perusahaan menggunakan nama baru N.V. Drukkerij Soerabaia v/h Polychroom. Walau demikian, berbagai iklan komersial yang diterbitkan pada 1931 masih tetap mencantumkan nama Drukkerij Polychroom. Pada tahun yang sama perusahaan juga mengiklankan penjualan sebuah mesin Bronsmotor lengkap dengan dinamo, papan sakelar, instalasi kabel, dan lampu yang dapat diperiksa langsung di lokasi percetakan.

Pada 8 September 1931 terjadi executie vendutie atau pelelangan aset-aset Drukkerij Polychroom di Chineesche Voorstraat No. 14. Barang-barang yang dilelang meliputi perabot kantor, mesin perforasi, mesin pemasang mata kertas, mesin jahit kawat, mesin potong, mesin garis, mesin penjilidan, berbagai mesin cetak, lemari huruf beserta jenis huruf cetak, serta perlengkapan percetakan lainnya.

Sumber Pustaka:

Bataviaasch Nieuwsblad, 17 Oktober 1914; De Indische Courant, 13 Januari 1922, 5 April 1922, 20 Februari 1928, 13 Oktober 1922, 7 April 1931, 16 Juli 1931, 8 September 1931; De Indische Mercuur, Jrg. 35 No. 44, 29 Oktober 1912; De Locomotief, 31 Januari 1919, 3 Februari 1919; De Preanger-bode, 25 November 1920, 23 Desember 1922; Deli Courant, 5 Maret 1921; Het Vaderland, 6 Juli 1891; Dagblad van Zuid-Holland en ‘s-Gravenhage, 6 Juli 1893; Java-bode, 3 Mei 1895; Scheepvaart, 1 April 1895; Soerabaijasch Handelsblad, 31 Maret 1931; Data genealogi keluarga Zeeman (Stamboom Nederland; Genealogie Online; Jan Molenweg); digitalcollections.universiteitleiden.nl.

Keterangan foto:

Foto 01. Chineesche Voorstraat (sekarang Jalan Karet, Surabaya), menjadi tempat berkantornya Drukkerij Polychroom. Sumber: KITLV 1404523 (digitalcollections.universiteitleiden.nl).

Foto 02. Tahun 1912 didirikan N.V. Boek-, Kunst- en Handelsdrukkerij Polychroom oleh Th. J.B. Zeeman, dkk. Sumber: De Indische Mercuur, Jrg. 35 No. 44, 29 Oktober 1912.

Foto 03. Iklan Drukkerij Polychroom awal tahun 1922. Sumber: De Indische Courant, 13 Januari 1922.

Loading

Penulis: Atep KurniaEditor: Heri