Kabar  

Diskusi Film Pesta Babi, Forum TBM Way Kanan Soroti Isu Papua dan Lingkungan Hidup

Menangkap isu faktual tentang lingkungan hidup dan kondisi sosial di Papua, Pengurus Daerah Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Way Kanan menggelar kegiatan nonton bersama dan diskusi film Pesta Babi. Kegiatan ini melibatkan pemuda serta pegiat literasi di Rumah Baca Lintas, Sabtu, 23 Juni 2026.

Sebelum sesi diskusi dimulai, peserta terlebih dahulu menyaksikan pemutaran film Pesta Babi secara bersama-sama. Film tersebut memantik perhatian peserta karena menghadirkan realitas sosial masyarakat Papua dari sudut pandang kemanusiaan dan lingkungan hidup.

Kegiatan ini turut dihadiri sejumlah elemen organisasi kepemudaan dan komunitas literasi di Way Kanan. Di antaranya Pemuda Peduli Lingkungan Alam (PEMULA), HMI Komisariat Way Kanan, serta Forum Literasi Way Kanan.

Dalam sesi diskusi, para peserta menyampaikan beragam pandangan terkait kondisi sosial masyarakat Papua yang tergambar dalam film. Secara umum, peserta menilai masyarakat Papua layak memperoleh kehidupan yang sejahtera, setara, dan berkeadilan sebagaimana masyarakat di wilayah lain di Indonesia.

Ketua Forum TBM Way Kanan, Eko Prasetyo, menegaskan pentingnya memahami pesan sosial yang terkandung dalam film tersebut. Menurutnya, masyarakat perlu membuka ruang dialog dan melihat persoalan Papua dari berbagai sudut pandang.

“Warga Papua juga saudara kita yang layak hidup setara. Saya kira itu pesan penting dari film ini. Namun masih banyak pihak yang merasa takut atau paranoid terhadap kegiatan seperti nobar dan diskusi. Padahal mestinya tidak perlu takut. Justru kita harus berani melihat persoalan dari perspektif yang beragam,” ujarnya.

Ia juga menyinggung minimnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan tersebut yang diduga dipengaruhi kekhawatiran terhadap isu pembubaran kegiatan nonton bersama yang sebelumnya ramai diberitakan.

Sementara itu, Asep dari Pemuda Peduli Lingkungan Alam (PEMULA) menilai film Pesta Babi memberikan pelajaran penting tentang hubungan pembangunan dan kelestarian lingkungan di Papua.

“Pembangunan tentu penting untuk pemerataan ekonomi, termasuk agar Papua dapat maju setara dengan provinsi lain. Namun pelaksanaannya harus menggunakan pendekatan yang humanis serta tetap sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku,” kata Asep.

Melalui kegiatan ini, Forum TBM Way Kanan berharap ruang literasi tidak hanya menjadi tempat membaca buku, tetapi juga menjadi wadah diskusi kritis terhadap isu sosial, lingkungan, dan kemanusiaan yang berkembang di Indonesia.

Penulis: EkoEditor: Arif
Exit mobile version