Kabar  

Dari Bilik Bambu Menumbuhkan Harapan di Kampung

Di Dusun Cikepek, Desa Labanjaya, Kecamatan Pedes, Kabupaten Karawang, berdiri sebuah ruang belajar sederhana bernama Taman Baca Rumah Cinta. Tempat ini lahir bukan dari kemapanan fasilitas, melainkan dari keresahan dan cinta terhadap pendidikan di lingkungan sekitar.

Ahmad Ruslani, yang akrab disapa Ucan, memulai kegiatan literasi ini sejak tahun 2018. Saat itu, ia melihat kenyataan bahwa buku belum menjadi kebutuhan utama bagi banyak keluarga. Di kampungnya, membeli buku bacaan bukanlah prioritas. Bahkan beberapa sekolah belum memiliki perpustakaan yang memadai.

Dari kegelisahan itu, buku-buku mulai dikumpulkan sedikit demi sedikit. Rak sederhana berdiri di ruang bilik bambu. Anak-anak mulai datang, membaca, dan belajar bersama. Perjalanan itu terus berlanjut hingga akhirnya pada 27 November 2021, Taman Baca Rumah Cinta resmi diluncurkan dan berada di bawah naungan Yayasan Rumah Cinta Sadulur untuk memperkuat legalitas lembaga.

Kini, Taman Baca Rumah Cinta telah terdaftar sebagai anggota Forum TBM dengan Nomor Anggota 121024.32-3865 serta memiliki NPP 3215104J0000001. Legalitas ini menjadi langkah penting agar taman baca dapat menjalin kolaborasi lebih luas dan mengakses berbagai peluang dukungan program.

Dalam menjalankan berbagai kegiatan, Rumah Cinta dikelola oleh 10 orang pengurus aktif yang bekerja secara gotong royong sesuai pembagian peran masing-masing. Selain itu, terdapat relawan yang turut mendampingi setiap program dan kegiatan. Mereka hadir saat Sabtu Ceria, mendampingi praktik berkebun dan perikanan, hingga membantu kegiatan literasi keluarga. Kebersamaan tim kecil inilah yang menjaga roda kegiatan tetap berjalan meski dengan segala keterbatasan.

Saat ini koleksi buku yang dimiliki mencapai sekitar 1.450 eksemplar. Meski bangunan utamanya masih berupa bilik bambu dan sebagian kegiatan memanfaatkan teras rumah pengurus, aktivitas literasi tetap berjalan aktif. Tantangan seperti atap bocor saat musim hujan tidak menyurutkan semangat anak-anak untuk datang membaca dan berkegiatan bersama.

Yang membedakan Rumah Cinta dari taman baca pada umumnya adalah konsep pembelajaran terpadu. Di halaman yang sama terdapat kebun, sawah kecil, serta empang ikan yang dikelola bersama anak-anak. Mereka belajar menanam, merawat, hingga memanen hasilnya. Dalam program perikanan, anak-anak belajar dari proses menebar benih hingga panen. Awal tahun 2025, program ini mendapat dukungan benih ikan dari Balai Layanan Usaha Produksi Perikanan Budidaya Karawang.

Literasi di Rumah Cinta tidak berhenti pada membaca buku. Anak-anak belajar tentang tanggung jawab, ketekunan, kerja sama, dan nilai ekonomi dari hasil kebun serta empang yang dapat dikonsumsi maupun dijual. Pendidikan dan pemberdayaan berjalan beriringan.

Rumah Cinta juga menjadi ruang inklusif bagi anak berkebutuhan khusus. Saat ini terdapat lima anak yang rutin berkegiatan bersama orang tua mereka. Kehadiran mereka menjadi bagian penting dari semangat “memanusiakan manusia dengan bahagia” yang diusung Rumah Cinta. Lingkungan yang dahulu canggung, kini semakin menerima dan mendukung.

Dalam perjalanannya, berbagai tantangan dihadapi. Ratusan proposal telah dikirim ke berbagai pihak untuk mencari dukungan operasional dan pengembangan fasilitas. Tidak semuanya membuahkan hasil, namun semangat untuk terus bergerak tetap dijaga.

Kolaborasi terus dibangun dengan berbagai pihak, termasuk lembaga pendidikan, komunitas, dan Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Karawang. Di Kecamatan Pedes, Taman Baca Rumah Cinta menjadi satu-satunya taman baca yang aktif dengan ragam program berkelanjutan.

Terdapat belasan program unggulan yang dijalankan, mulai dari Sabtu Ceria, Literasi Keluarga Inspirasi, program Ramadan GERAK, hingga pemberdayaan melalui berkebun, beternak, perikanan, dan pengelolaan sampah. Semua dirancang untuk membangun karakter sekaligus keterampilan hidup anak-anak dan masyarakat. 

Ke depan, Rumah Cinta berharap dapat memiliki bangunan belajar yang lebih layak dan aman, tambahan koleksi buku, fasilitas teknologi, serta penguatan sektor pemberdayaan ekonomi agar operasional taman baca lebih berkelanjutan.

Bagi masyarakat yang ingin mengenal lebih dekat atau menjalin kolaborasi, aktivitas Taman Baca Rumah Cinta dapat diikuti melalui akun Facebook Taman Baca Rumah Cinta dan Instagram di @rumahcinta.u_can.

Rumah Cinta percaya bahwa literasi adalah kerja bersama. Karena itu, ruang kecil ini selalu terbuka untuk kolaborasi dengan siapa pun yang memiliki kepedulian terhadap pendidikan, pemberdayaan, dan masa depan anak-anak kampung. Dukungan dalam bentuk gagasan, jejaring, fasilitas, maupun program akan menjadi bagian dari langkah panjang menumbuhkan generasi yang lebih berdaya. Dari bilik bambu yang sederhana ini, harapan terus dirawat dan siapa pun dapat ikut menjadi bagian dari ceritanya.

Loading

Penulis: MunasyarohEditor: Heri