Kabar  

Safari Literasi Forum TBM Tanah Bumbu Rilis Tiga Film Animasi Cerita Rakyat

Oleh. Muzakkkir Munzir*

TANAH BUMBU – Safari Literasi Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Kabupaten Tanah Bumbu Kalsel tidak sekadar menjadi ruang berkumpul para pegiat literasi. Dalam agenda Safari Literasi bulan ini, Forum TBM menghadirkan sesuatu yang berbeda dengan merilis tiga film animasi yang mengangkat cerita rakyat Bumi Bersujud.

Peluncuran film tersebut berlangsung di Studio Mini lantai II Kantor Layanan Umum Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispersip) Kabupaten Tanah Bumbu, Selasa (22/9) siang. Kegiatan mendapat sambutan hangat dari pegiat TBM dan aktivis literasi yang hadir.

Saat pemutaran berlangsung, Studio Mini pun penuh sesak. Kursi yang tersedia tak lagi mencukupi. Sejumlah peserta memilih duduk di lantai, sementara beberapa lainnya berdiri di bagian belakang ruangan agar tetap dapat menyaksikan film hingga selesai.

Tiga film animasi yang dirilis masing-masing mengangkat cerita rakyat Gua Liang Bangkai, Sumur Air Tawar di Kubah Pagatan, dan Legenda Pulau Sewangi.

Ketiga cerita tersebut merupakan bagian dari kekayaan folklor Tanah Bumbu yang selama ini diwariskan melalui tuturan dan dokumentasi tertulis. Melalui film animasi, cerita tersebut mendapatkan medium baru yang lebih dekat dengan perkembangan teknologi dan kebiasaan generasi masa kini.

Safari Literasi dengan Wajah Baru

Kegiatan yang dirangkai dengan agenda Safari Literasi Forum TBM Tanah Bumbu itu tidak berhenti pada pemutaran film.

Antusiasme peserta justru semakin terasa saat sesi diskusi dibuka. Hampir seluruh peserta terlibat memberikan tanggapan dan menyampaikan pandangan terhadap film yang baru saja mereka saksikan.

Muklis, salah seorang pegiat literasi yang hadir, mengapresiasi karya tersebut. Ia menilai visualisasi dalam film mampu membuat cerita rakyat lokal tampil lebih menarik.

“Visualisasinya sangat keren dan memukau. Meskipun dibuat menggunakan piranti kecerdasan buatan, hasilnya sangat menarik,” ujarnya.

Menurutnya, teknologi dapat menjadi salah satu cara untuk membawa cerita rakyat lebih dekat kepada generasi muda. Cerita lama tidak harus ditinggalkan, tetapi dapat dikemas dengan medium baru agar lebih mudah diterima.

Apresiasi juga disampaikan aktivis Batulicin Community Center, Asmi. Ia menilai film yang mengangkat legenda lokal tersebut merupakan karya yang layak dibanggakan masyarakat Tanah Bumbu.

“Film yang mengangkat legenda lokal ini patut menjadi kebanggaan masyarakat Tanah Bumbu,” katanya.

Cerita Rakyat Masuk Ruang Digital

Tiga film animasi tersebut merupakan hasil kerja sama Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Tanah Bumbu dengan Lembaga Literasi Berinklusi Sosial Komunitas Pegiat Gambar (Kopiambar) Bacarita.

Penggarapan film melibatkan Bias Studio Banjarbaru dan penulis skrip Bastari Bayu. Sumber cerita diadaptasi dari buku Cerita Rakyat Bumi Bersujud yang disusun Tim Folklore pada 2025.

Proses produksi berlangsung hampir enam bulan. Art Producer film, Muzakkir Munzir, mengatakan penggunaan teknologi kecerdasan buatan menjadi bagian dari proses produksi, tetapi tetap dipadukan dengan proses kreatif dalam pengembangan cerita, karakter, visual, dan alur.

Sementara itu, Kepala Dispersip Kabupaten Tanah Bumbu, Yulia Rahmadhani, sebelumnya menyampaikan bahwa penggarapan film animasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga cerita rakyat daerah agar tetap hidup di tengah perkembangan zaman.

Menurutnya, cerita rakyat tidak cukup hanya disimpan sebagai dokumentasi, tetapi perlu terus diperkenalkan dengan cara yang menarik agar dapat dipahami generasi berikutnya.

Kehadiran tiga film animasi itu sekaligus memperluas makna Safari Literasi Forum TBM Tanah Bumbu. Literasi tidak hanya berbicara tentang membaca buku, tetapi juga bagaimana masyarakat mengenali, mengolah, dan menyebarluaskan pengetahuan serta kekayaan budaya yang ada di lingkungannya.

Melalui layar animasi, cerita tentang Gua Liang Bangkai, Sumur Air Tawar di Kubah Pagatan, dan Legenda Pulau Sewangi kini menemukan wajah baru.

Dan di tengah Studio Mini yang penuh sesak siang itu, cerita rakyat Tanah Bumbu tidak hanya ditonton. Ia kembali dibicarakan, diapresiasi, dan diperkenalkan kepada generasi yang akan mewarisinya.

*Infokom PW Kalimantan Selatan

Loading

Penulis: Muzakkkir MunzirEditor: Heri