Kabar  

Komunitas Sebuku HSU Hadirkan Akses Buku hingga Taman dan Desa

Oleh. Munasyaroh

Di tengah tantangan rendahnya minat baca pasca pandemi COVID 19, sepasang suami istri di Kabupaten Hulu Sungai Utara memilih bergerak daripada menunggu perubahan datang. Mereka adalah Ahmad Syaukani, S.Pd. dan Hafidzaturrahmi, S.Ag., S.Pd. yang mendirikan Komunitas Sebuku HSU pada 18 Mei 2022 sebagai ruang belajar yang terbuka bagi masyarakat.

Beralamat di Desa Palampitan Hilir, Kecamatan Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, komunitas ini lahir dari keprihatinan terhadap anak-anak yang semakin jauh dari buku. Banyak anak menganggap buku hanya sebagai media belajar di sekolah, bukan sebagai sumber pengetahuan yang menyenangkan. Kondisi tersebut mendorong lahirnya Sebuku untuk membawa buku lebih dekat kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan di ruang publik.

Komunitas Sebuku HSU telah terdaftar sebagai anggota Forum TBM dengan Nomor Anggota 220624.02-3996 dan memiliki Nomor Pokok Perpustakaan (NPP) 6308034J0000001.

Komunitas Sebuku HSU memiliki visi membentuk generasi yang cakap literasi dan kreatif. Visi tersebut diwujudkan melalui beberapa misi, yaitu meningkatkan daya tarik masyarakat terhadap kegiatan literasi melalui Balapak Baca, diskusi buku, perlombaan, dan Happy Fun Reading. Selain itu, komunitas juga berupaya menyediakan bahan bacaan dan sarana pendukung, menghadirkan ruang belajar yang menyenangkan, serta membangun kolaborasi dengan berbagai pihak untuk meningkatkan budaya membaca.

Berbeda dengan banyak taman bacaan lainnya yang kegiatannya dilakukan di satu tempat yang menjadi sekretariat, Komunitas Sebuku HSU belum memiliki ruang layanan yang memadai. Seluruh koleksi sekitar 300 buku disimpan di satu kamar rumah sewa dengan biaya sewa sekitar Rp200.000 setiap bulan. Sebagian besar koleksi berasal dari buku pribadi para pendiri, didominasi novel serta koleksi majalah dan buku anak seperti BOBO yang telah dimiliki sejak kecil. Hingga saat ini komunitas belum pernah menerima bantuan buku.

Keterbatasan ruang justru menjadi kekuatan tersendiri. Alih-alih menunggu masyarakat datang, para relawan memilih membawa buku keluar. Rak buku dipindahkan ke sepeda atau buku-buku dihamparkan di atas terpal di taman dan ruang publik agar dapat diakses oleh siapa saja.

Fasilitas yang dimiliki saat ini meliputi satu rak buku, permainan edukatif, lembar mewarnai beserta pensil warna, terpal, sepeda baca, dan speaker portabel untuk mendukung berbagai kegiatan literasi.

Tiga Program Unggulan

Komunitas Sebuku HSU memiliki tiga program utama yang menjadi identitas gerakan literasinya. Yakni : Belapak Buku, Sepeda Buku dan Sebuku Menjelajah.

Balapak Baca merupakan kegiatan membuka lapak baca di taman atau ruang publik. Buku-buku dihamparkan di atas terpal sehingga mudah dijangkau pengunjung. Selain membaca, masyarakat dapat mengikuti diskusi buku, membahas isu-isu aktual, bermain permainan edukatif, hingga mengikuti kegiatan mewarnai.

Sepeda Buku mengusung konsep literasi keliling. Relawan membawa koleksi buku menggunakan sepeda menuju berbagai titik keramaian, kemudian berhenti di lokasi yang nyaman untuk membuka layanan baca gratis bagi masyarakat.

Sementara itu, Sebuku Menjelajah menjadi program yang secara khusus menyasar anak-anak di desa dan sekolah. Melalui program ini, relawan mengadakan membaca bersama, mendengarkan dongeng, lomba mewarnai, dan berbagai permainan edukatif. Hingga saat ini, Sebuku telah menjangkau 15 desa dan 6 sekolah di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Dalam menjalankan berbagai program, Komunitas Sebuku HSU aktif membangun kolaborasi dengan berbagai komunitas, organisasi, perguruan tinggi, dan instansi. Di antaranya DEMA Mahad Aly Rakha, DEMA BOM STIQ Amuntai, Duta Aksi Nasional, Duta Anti Bullying Provinsi Kalimantan Selatan, PIK-R MAN 2 Hulu Sungai Utara, Nanang Galuh Hulu Sungai Utara, Disporapar Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kudacil Banjarmasin, Rumah Talipuk, Ruang Seni Kota, Ruang Literasi HSU, Forum TBM Kabupaten Hulu Sungai Utara, serta berbagai kelompok Kuliah Kerja Nyata di sejumlah desa.

Kolaborasi tersebut memperluas jangkauan layanan literasi sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun budaya membaca di masyarakat.

Komunitas Sebuku HSU baru-baru ini berkolaborasi dalam kegiatan Rarasema (Ruang Rasa Kosema) bersama Kosema STIA Amuntai serta kegiatan Baimbai Basastra bersama Forum TBM Kabupaten Hulu Sungai Utara sebagai bagian dari dukungan terhadap Aruh Sastra Kalimantan Selatan.

Sebagai komunitas literasi berbasis relawan, tantangan terbesar yang dihadapi adalah keterbatasan pendanaan untuk operasional kegiatan. Selain itu, ketersediaan buku anak juga masih sangat terbatas. Padahal sebagian besar peserta kegiatan Sebuku adalah anak-anak yang membutuhkan bahan bacaan sesuai usia mereka.

Meski demikian, keterbatasan tersebut tidak mengurangi semangat para relawan untuk terus menghadirkan layanan literasi di berbagai ruang publik dan wilayah pedesaan.

Komitmen Komunitas Sebuku HSU telah mendapatkan berbagai apresiasi. Beberapa penghargaan yang berhasil diraih antara lain:

– Penerima Bantuan Pemerintah Komunitas Literasi Tahun 2024.

– Pemuda Pelopor Bidang Pendidikan Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2025.

– Pasangan Muda Inspiratif dan Berprestasi Kabupaten Hulu Sungai Utara Tahun 2025.

Rencana Pengembangan

Setelah membuka rekrutmen relawan baru, Komunitas Sebuku HSU berencana memperkuat program-program yang telah berjalan, seperti Balapak Baca, Sepeda Buku, dan Sebuku Menjelajah.

Selain itu, komunitas juga akan meluncurkan dua program baru, yaitu Sebuku Berawaan, berupa webinar bersama tokoh inspiratif, serta Sekisah (Sebuku Bekisahan) yang diselenggarakan secara daring. Untuk meningkatkan kapasitas relawan, Sebuku juga akan mengadakan berbagai pelatihan dan lokakarya agar para relawan memiliki bekal yang lebih baik dalam mengembangkan gerakan literasi di masyarakat.

Melalui gerakan sederhana dengan membawa buku ke taman, desa, dan ruang publik, Komunitas Sebuku HSU membuktikan bahwa membangun budaya literasi tidak selalu harus dimulai dari gedung yang megah. Semangat para relawan untuk mendekatkan buku kepada masyarakat menjadi kekuatan utama yang terus menghidupkan budaya membaca di Kabupaten Hulu Sungai Utara.

Komunitas Sebuku HSU aktif membagikan berbagai kegiatan literasi melalui media sosial sebagai sarana berbagi inspirasi sekaligus membangun jejaring kolaborasi. Masyarakat dapat mengikuti aktivitas komunitas melalui Instagram @sebuku.hsu, TikTok @sebuku.amuntai, serta kanal YouTube Sebuku HSU yang memuat dokumentasi berbagai program literasi dan kegiatan kolaboratif. Selain mengajak masyarakat terlibat sebagai relawan maupun mitra kegiatan, Komunitas Sebuku HSU juga membuka kesempatan bagi individu, komunitas, lembaga, maupun perusahaan yang ingin berdonasi buku, khususnya buku anak. Seluruh donasi akan dimanfaatkan untuk memperkaya koleksi bacaan dan mendukung berbagai program literasi keliling seperti Balapak Baca, Sepeda Buku, dan Sebuku Menjelajah agar semakin banyak anak dan masyarakat yang memperoleh akses terhadap bahan bacaan yang berkualitas.

Exit mobile version