Oleh. Atep Kurnia
Varekamp & Co di Medan sebagai toko buku, perusahaan percetakan, dan surat kabar didirikan pada 1916. Perusahaan ini semula berawal dari usaha yang dibangun Joseph Hallermann (1863-1928) sejak 1895. Dalam perkembangan selanjutnya, perusahaan itu dikenal sebagai Boekhandel en Drukkerij Varekamp & Co.
Peralihan usaha Hallermann kepada Varekamp & Co berlangsung pada April 1916. Pada 18 April, De Sumatra Post masih mencantumkan J. Hallermann sebagai penerbit dan pencetak. Sehari kemudian, posisi tersebut telah beralih. Penyebabnya, akibat kesulitan yang ditimbulkan oleh keadaan pada masa itu, seluruh usaha Hallermann, termasuk De Sumatra Post, dibeli oleh kombinasi baru orang Belanda yang menjalankan usaha dengan nama Varekamp & Co. Meskipun kepemimpinan dan arah surat kabar dinyatakan tidak berubah.
Secara hukum, Varekamp & Co dibentuk sebagai perseroan terbatas yang terdiri atas mr. J. van den Brand, pengacara; A. P. Varekamp, pedagang; dan M. Vierhout, jurnalis. Ketiganya berdomisili di Medan. Tujuan firma mencakup perdagangan buku dan kertas, percetakan, serta penerbitan De Sumatra Post. Masa berdirinya ditetapkan selama sepuluh tahun, sejak 18 April 1916 hingga 18 April 1926, dengan kemungkinan diperpanjang. Pada tahun yang sama, toko tersebut bahkan menjadi salah satu tempat penjualan tiket pertandingan sepak bola Belanda-Inggris.

Bidang usahanya meluas ke perlengkapan kantor. Pada 1918 Varekamp & Co memperoleh koleksi perlengkapan kantor modern dari Amerika yang tiba melalui Belawan dan sekaligus bertindak sebagai agen sejumlah pabrik. Produk-produknya dipamerkan di Medan pada Juni 1918. Koleksinya mencakup meubel kantor berbahan baja, lemari arsip, mesin hitung Monroe, mesin Barrett, alat pelindung cek, Edison-Dick mimeograph, mesin pengalamat, mesin tik Oliver, brankas, serta mesin pembukuan dan pengisian laporan Elliott-Fisher.
Percetakannya mengalami modernisasi. Pada 1919 vitrin perusahaan digunakan untuk memamerkan karya seni W. Dooyewaard. Pada November 1919, percetakan Varekamp en Co menggunakan dua mesin Intertype buatan Amerika.
Pada 1921 jaringan usahanya meluas ke Belanda. Varekamp & Co memiliki kantor di Nieuwe Doelenstraat 8, Amsterdam. Kantor tersebut mulanya berfungsi untuk kepentingan bisnis, kemudian menjadi tempat singgah orang-orang Deli yang cuti di Belanda. Pada tahun yang sama, perusahaan menjalankan kegiatan sosial dan menerbitkan buku pembelajaran bahasa Melayu karya Heinrich Hüllemann.
Pada akhir 1921, Varekamp & Co telah ditata sebagai bagian tersendiri dari gedung baru, sementara kantor tokonya ditempatkan di bagian lain. Interiornya dirancang dengan gaya Nederlandsche Renaissance. Toko tersebut kemudian mempromosikan karya Jules Verne dan buku-buku sejarah dan pemikiran, termasuk biografi Karl Marx karya Franz Mehring dalam terjemahan Jan Romein. Kompleks baru itu selesai dan diresmikan pada April 1922. Nama usahanya tercatat sebagai N.V. Boekhandel en Drukkerij Varekamp & Co.
Sesudah reorganisasi, kegiatan perusahaan kian beragam. Varekamp & Co menerbitkan Adresboek 1922 untuk berbagai wilayah Sumatra, menjadi agen edisi luar negeri De Locomotief, menyediakan hadiah buku untuk sayembara sastra, serta menawarkan jasa custom pena. Percetakan menerima beragam pekerjaan komersial.
Pada 1923 para pelajar dinyatakan dapat mengunjungi percetakan dan menyaksikan proses penyusunan huruf, pembuatan bentuk cetak, pencetakan surat kabar, serta pengoperasian mesin penyusun dan pelipat. Saat itu, Varekamp & Co memperkenalkan penjilid musik berdasarkan paten dari Den Haag, memamerkan berbagai mesin kantor Amerika, dan bersama Meyster menerbitkan album berisi 50 foto terbaru Medan dan daerah ketinggian. Letterproef van Varekamp & Co memperlihatkan lebih dari seribu jenis huruf, ornamen, dan clichés, disertai puluhan jenis huruf iklan.
Perusahaan ini memproduksi kartu pos bergambar yang menampilkan Stasiun Medan, Juliana Huis, Kesawan, Raadhuis, Cremerweg, istana Sultan Deli, dan lain-lain. Selain itu, Varekamp & Co menerbitkan produk kartografis, antara lain Wandelkaart van Berastagih (peta wisata Berastagi) sekitar 1935, yang diterbitkan bersama Vereeniging ‘Brastaghi Vooruit’ dan dilengkapi peta jalan di dataran tinggi Brastagi berskala 1:50.000.
Pada dekade 1930-an, Varekamp & Co tetap bertahan sebagai toko buku, percetakan, dan bagian dari kehidupan kebudayaan Medan. Perusahaan berpartisipasi dalam pameran bunga, pameran buku anak-anak dan gambar, serta perlombaan etalase. Pada 1938 toko tersebut menjadi tempat pameran koleksi ex libris (buku) Paul J. A. Varekamp dalam rangka Boekenweek.
Sesudah Perang Dunia II, Varekamp & Co bersatu dengan Deli Drukkerij untuk menerbitkan Het Nieuwsblad voor Sumatra. Mulai Januari 1949, kantor redaksi dan administrasi surat kabar tersebut untuk sementara ditempatkan di gedung N.V. Boekhandel en Drukkerij v.h. Varekamp & Co di Kesawan 107. Kemudian, sejak 1 Januari 1957, Varekamp & Co menarik diri sebagai mitra dalam eksploitasi Het Nieuwsblad voor Sumatra.
Sumber pustaka:
De Sumatra Post (18-04-1916; 19-04-1916; 29-07-1916; 12-04-1918; 04-06-1918; 06-06-1918; 25-02-1919; 20-11-1919; 14-01-1921; 11-02-1921; 15-08-1921; 16-11-1921; 11-01-1922; 04-03-1922; 22-04-1922; 04-09-1922; 21-10-1922; 02-11-1922; 04-11-1922; 02-01-1923; 14-04-1923; 03-09-1923; 08-09-1923; 24-09-1923; 02-01-1924; 04-03-1924; 28-03-1924; 21-04-1932; 19-11-1932; 08-04-1940); Het Vaderland (09-07-1916); Het Koloniaal Weekblad (23-12-1920); De Indische Courant (15-01-1924; 09-12-1941); Het Nieuws van den Dag voor Nederlandsch-Indië (21-08-1924); Deli Courant (30-08-1933); Bataviaasch Nieuwsblad (30-08-1938); Het Dagblad (04-06-1947); Trouw (15-12-1948); Ons Noorden (13-06-1957); Overijsselsch Dagblad (13-06-1957); Leeuwarder Courant (17-06-1957).